Kamis, 24 November 2016

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyusun makalah ini akan pemaparan mengenai metodologi penelitian kualitatif, yang di ambil dari berbagai sumber salah satunya yaitu buku yang berjudul “ Metode Penelitian Kualitatif “. yang di tulis oleh Drs. S. Margono, Prof. Sugiyono dan Dr. J.R. Raco., ME., M.Sc.
Penyusun makalah ini, saya mencoba untuk memaparkan tentang yang berkaitan dengan penelitian kualitatif seperti : pengertian atau arti, ciri-ciri daripenelitian kualitatif dan alasan-alasan melakukan penelitian kualitatif, yang penulis ambil intisarinya secara komprehensif dalam makalah ini, harapan penyusun makalah ini dapat bisa bermanfaat bagi pembaca.
B. Rumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini pemakalah membatasi pembahasanya yaitu :
1. Apa pengertian dari penelitian kualitatif  ?
2. Apa ciri-ciri penelitian penelitian kualitatif  ?
3. Apa alasan melakukan penelitian kualitatif  ?
C. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan :
1.    Mengetahui arti penelitian kualitatif ?
2.    Mengetahui ciri –ciri dari penelitian kualitatif ?
3.    Mengetahui alasan melakukan penelitian kualitatif ?
D. Manfaat  Penulisan
Dalam menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Penelitian Kualitatif ”, Penyusun mengharapkan penulisan makalah ini dapat:
1.    Memberikan manfaat keilmuan dalam dunia pendidikan bagi para penelitian.
2.    Menambah wawasan umum tentang penelitian kualitatif.


BAB II
PEMBAHASAN

A.           Definisi Penelitian Kualitatif
          Penelitian adalah Semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan Secara alamiah dalam Suatu bidang tertentu,untuk kendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru dan menaikan tingkat ilmu Serta teknologi.
Kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkanh berpikir ilmiah.
Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah adalah :
1.    Merasakan suatu kesulitan
2.    Menegaskan persoalan
3.    Menyusun hipotesis
4.    mengumpulkan data
5.    Mengambil kesimpulan
6.    Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan.
Sesuai dengan tahapan-tahapan berpikir itulah tahapan kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian.dapat pula dikatakan dengan kegiatan-kegiatan penelitian, maka daya nalar akan ditingkatkan menjadi kemampuan berpikir ilmiah yang baik.
Dengan demikian langkah-langkah utama dalam suatu penelitian akan sesuai dengan definisi dan tahapan berpikir tadi, maka tahapan penelitian ialah :
1.    Menentukan adanya suatu objek penelitian atau masalah
2.    Membatasi permasalahan

 

[1]Margono. Drs. Metode Penelitian Pendidikan. h.1
2Ibid.hal. 2


3.    Mengumpulkan data
4.    Mengolah data dan mengambil kesimpulan
5.    Merumuskan dan melaporkan hasil penelitian
6.    Mengajukan implikasi-implikasi.

       John Creswell (2008) mendefinisikan penelitian sebagai suatu proses bertahap bersiklus yang dimulai dengan identifikasi masalah atau isu yang akan diteliti. Setelah masalah teridentifikasi kemudian diikuti dengan mere view bahan bacaan atau kepustakaan. Sesudah itu menentukan dan memperjelas tujuan penelitian. Dilanjutkan dengan pengumpulan data dan analisa data. Kemudian menafsirkan (interpretation) data yang diperoleh. Penelitian ini berpuncak pada pelaporan hasil penelitian. Pembaca atau audience akan mengevaluasi dan selanjutnya menggunakannya. Dari identifikasi masalah hingga pelaporan, semuanya berlangsung dalam suatu proses yang bertahap yang berurutan secara teratur dan sistematis.







 

3Ibid. .h.3
4Raco.J.R..Metode penelitian kualitatif. h. 6



1.        Arti kualitatif
       Penelitian banyak di tujukan pada pembentukan teori subtantif bedasarkan dari konsep-konsep yang timbul dari data empiris. Dalam penelitian kualitatif, peneliti merasa”tidak tahu mengenal apa yang tidak diketahuinya”, sehingga devain penelitian yang dikembangkan selalu merupakan kemungkinan yang terbuka akan berbagai perubahan yang diperlukan dan lentur terhadap kondisi yang ada di lapangan pengamatannya.
       Ada beberapa istilah yang digunakan sebagai nama lain dari penelitian kuantitatif yang inkuiri naturalistik atau alamiah, etnologis interaksionis simbolik, perspektif ke dalam etnometodologis, “ the chicago school , fenomenologis, studi kasus, interpretatif, ekologis dan deskriptif.
Mengacu kepada beberapa istilah tersebut, maka yang disebut dengan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yag menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang perilaku yang dapat diamati ( Bodgan dan Taylor dalam Moleong,1990:3). Sementara itu Kirk dan Miller mendefinikan penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yangsecara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubugan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristiwanya. (moleong,1990:3)
Penelitian kualitatif, dengan diperolehnya data (berupa kata atau tindakan), sering digunakan untuk menghasilkan teori yang timbul dari hipotesis – hipotesis seperti dalam penelitian kuantitatif. Atas dasar itu penelitian kualitatif bersifat “generating theory” bukan : hypothesis-testing”, sehingga teori yang di hasilkan berupa teori substantif. Karena itu, analisis isi pada penelitian kualitatif lebih penting dari pada simbol atau atribut seperti pada penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif memerlukan ketajaman analisis, objektifitas, sistematik dan sistemik sehingga diperoleh ketepatan dalam interpretasi, sebab hakekat dari suat fenomena atau gejala bagi penganut penelitian kualitatif adalah totalitas atau gevtalt. Pertimbangan peneliti dalam penggunaan dan penafsiran makna yang terkandung di dalam fenomena temuan sangat diperlukan.
5Margono. S. Metode Penelitian Pendidikan. h.35
Pertimbangan dilakukan dengan cara menetapkan kategori yang lain, menentukan kriteria yang akan digunakan terhadap kategori yang lain, dan menentukan kriteria yang akan digunakan terhadap kategori-kategori itu. Analisis yang digunakan dalam penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif-anakitik yang berarti interpretasi terhadap isi dibuat dan di susun secara sistematik/menyeluruh dan sistematis.
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi(gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Obyek dalam penelitian kualitatif adalah obyek yan alamiah, atau natural setting, sehingga metode penelitian ini sering disebut sebagai metode naturalistik. Obyek yang alamiah adalah obyek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti sehingga kondisi pada saat peneliti memasuki obyek, setelah berada di obyek dan setelah keluar dari obyek relatif tidak berubah. Sehingga lawanyya dari metode ini adalah eksperimen dimana peneliti dalam melakukan penelitian tempatnya berada di laboratorium yang merupakan kondisi buatan, dan peneliti melakukan manipulasi terhadap variabel. Denga demikian serin terjadi bias antara hasil penelitian di laboratorium dengan keadaan luar laboratorium atau keadaan sesungguhnya.






 

6Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif .h. 1

Tentang penelitian kualitatif, Creswell (2008) mendefinisikan sebagai pendekatan atau penulusuran untuk mengeksplorasi dan memahami sesuatu gejala sentral. Untuk mengerti gejala sentral tersebut peneliti mewawancarai peserta penelitian atau partisipan dengan mengajukan pertanyaan yang sifatnya umum dan luas. Informasi yang disampaikan oleh partisipan kemudian di kumpulkan. Informasi tersebut biasanya berupa kata atau teks.data yag berupa kata-kata atau teks tersebut kemudian di analisis.hasil analisis ini dapat berupa pengambaran atau deskripsi atau dalam bentuk tema-tema. Dari data tersebut peneliti membuat interpretasi untuk menangkap arti yang terdalam. Sesudahnya peneliti membuat permenungan sendiri (Self reflection) dan menjabarkan dengan penelitian-peneitian ilmuwan lain yang dibuat sebelumnya.hasil akhir dari penelitian kualitatif di tuangkan dalam bentuk laporan tertulis.
laporan tersebut agar fleksibel karena tidak ada ketentuan struktur dan bentuk laporan hasil penelitian kualitatif.tentu saja hasil penelitian kualitatif di pengaruhi oleh pandangan,pengetahuan danpemikiran peneliti karena data tersebut di interpretasikan oleh peneliti oleh karena itu sebagian orang menganggap penelitian kualitatif agak bias karena pengaruh dari sendiri dalam menganalisis data.Metode kualitati tidak menggunakan pertanyaan yang rinci, seperti halnya metode kuantitatif. Pertanyaannya biasa dimulai dengan yang umum, tetapi kemudian meruncing dan mendetai.bersifat umum karena peneliti memberikan seluas-luasnya peluang menjawab kepada partisipan untuk mengungkapkan pikiran dan pendapatnya sendiri tanpa pembatasan oleh peneliti.informasi partisipan yang kaya tersebut kemudian diperuncing oleh peneliti sehingga terpusat.
Metode kualitatif memperlakukan partisipan benar-benar sebagai subjek bukan objek. Disinilah partisipan menemukan dirinya sendiri sebagai yang berharga, karena informasinya sangat bermanfaat.metode penelitian kualitatif ini memberikan ruang yang sangat besar kepada partisipan. Mereka terhindar dari pengobjektifikasian oleh peneliti yang hanya menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan dan memilih jawaban yang sudah tersedia.
 

6Raco.J.R..Metode penelitian kualitatif. h. 7

Penelitian kualitatif'  adalah penelitian tentang riset yang bersifat  deskriptif  dan cenderung menggunakan analisis Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif jauh lebih subjektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau moderator group.
Jenis penelitian yang sering kurang dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.
 

7Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas : 2016


B.   Ciri-Ciri  Penelitian  Kualitatif

Untuk memperoleh gambaran tentang penelitian kualitatif, ada beberapa ciri pokok penelitian ini. Bike; Lincoln dab Guba dalam moleong; Nana Sudjana dan Ibrahim; H.B Sutopo mengemukakan ciri-ciri penelitian kualitatif. Dibawah ini adalah ciri-ciri penelitian kualitatif yang merupakan ramuan dari penulis tersebut.

1.    Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. Penelitian kualitatif mengadakan penelitian pada konteks dari suatu keutuhan sebagaimana adanya (alami) tanpa dilakukan perubahan dan intervensi oleh peneliti. Peristiwa- peristiwa (sosial, pendidikan) merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Dalam hal ini peneliti pergi atau berada dilokasi untuk memahami, mempelajari perilaku insani dalam konteks lingkungannya sebagaimana yang di tunjukan.
2.    Manusia merupakan alat (instrumen) utama pengumpul data, peneliti kualitatif menghendaki peneliti atau dengan bantuan orang lain sebagai alat utama pengumpul data. Hal ini dimaksudkan agar data mudah mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada dilapangan. Dengan alat yang bukan manusia, apalagi alat yang sudah dipersiapkan tanpa melihat lapangan, penyesuaian tidak mungkin dapat dilaksanakan. Manusia ebagai alat dapat berhubungan denganresponden dan mampu memahami, menggapai dan menilai makna dari berbagai bentuk interaksi dilapangan. Dan manusia dapat mengatasi bila terjadi anggapan bahwa kehadirannya merupakan alat pengganggu situasi responden.
3.    Analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tapi mulai dari fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari, menganalisis, manafsirkan, dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Analivis data di dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Dengan demikian, temuan peneliti di lapangan yang kemudian dibentuk ke dalam bangunan teori, hukum dan di kembangkan dari data lapangan.

 

8Margono. S. Metode Penelitian Pendidikan. h.38
          Miles dan Huberman dalam. H.B. Sutopo, menyajikan dua model pokok proses analisis. Pertama model analisis mengalir, dimana tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan/vertifikasi) dilakukan saling menjalin dengan proses pengumpulan data dan mengalir bersamaan. Kedua model analisis interaksi, dimana komponen reduksi data dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Setelah data terkumpul, maka tiga kokponen analisis (reduksi, sajian data dan penarikan kesimpulan) berinteraksi.
Sudah barang tentu data yang diperoleh harus lengkap menyeluruh dalam latar lingkungannya,karena itu bila kesimpulan dirasakan kurang mantap atas dasar pengamatan pertama (terdahulu), peneliti kembali mengumpulkan data untuk menyempurnakan hasil berdasarkan temuan yang lebih mantap lagi.
4.    Penelitian bersifat deskriptif analitik. Data yang diperoleh (berupa kata-kata,gambar, perilaku) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih kaya dari sekedar angka atau frekuensi. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memberi pemaparan gambaran mengenai situasi yang diletili dalam bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan adalah seperti orang merajut, setiap bagian ditelaah satu demi satu, dengan menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana suatu fenomena itu terjadi dalam konteks lingkungannya. Objektifitas pemaparan harus dijaga sedemikian rupa agar subjektifitas peneliti dalam membuat interpretasi dapat dihindari.
5.    Tekanan peneliti berada pada proses. Peneliti kualitatif lebih banyak mementingkan segi proses daripada hasil. Pertanyaan apa (yang dilakukan) mengapa (hal itu dilakukan) dan bagaimana(cara melakukannya) uraian naratif merajut pemaparan suatu fenomena. Pemaparan itu mengungkap sesuatu tentang proses bukan hasil suatu kegiatan. Proses yang terjadi tanpa kontrol dan interaksi peneliti, melainkan bersifat alamiah berlangsung apa adanya. Laporan naratif proses tersebut diupayakan sama dengan apa yang terjadi.


 

9Ibid. .h.39

6.    Pembatasan penelitian berdasarkan fokus. Penelitian kualitatif menghendaki ditetapkanya batas atas dasar fokus. Dalam pemikiran fokus terliput didalam perumusan latar belakang studi dan permasalahan. Fokus juga berarti penentuan keluasan(scope) permasalahan dan batas penelitian. Penelitian fokus memiliki tujuan (1) menentukan keterikatan studi,ketentuan lokasi studi, (2) menentukan kriteria inklusi dan eksklusi bagi informal baru. Fokus membantu peneliti kualitatif membuat keputusan untuk membuang atau menyimpan informasi yang diperolehnya.
7.    Perencanaan bersifat lentur dan terbuka.perencanaan dalam penelitian kualitatif tidak bersifat ketat atau kaku, sehingga sulit untuk di ubah. Perencanaan penelitian di susun bersifat lentur dan terbuka disesuaikan dengan kondisi sebenarnya yang ada dilapangan studi. Semuanya tidak dilakukan secara apriori dan bersifat definitif karena peneliti berpandangan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti apa yang belum dilakukannya.beragam hal dan sistem nilai dapat mempengaruhi aktifitas studi. Kerena itu, memerlukan suatu perencanaan yang lentur dan terbuka. Namun , peneliti dapat saja menyusun perencanaan yang lentur dan terbuka.namun, peneliti dapat saja menyusun perencanaan pemandu sebelum perencanaan yang sebenarnya, dengan tetap menyediakan keterbukaan akan perubahan dan penyesuaian.
8.    Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama.pemaparan sebagai hasil interpretasi dalam penelitian kualitatif dikehendaki merupak kesepakatan yang diperundingkan dengan subjek-subjek yang dijadikan sumber data.hal in dapat dimengerti karena (1)bentikan realitas yang akan disusun peneliti bersumber dari subjek-subjek yang dijadikan sumber data, (2) susunan kenyataan yang terjadi yang akan diangkat oleh peneliti, dimana hakikat dan kualitas hubungan antara peneliti an sumber data memepengaruhi hasil penelitian,(3) konfirmasi hipotesis akan lebih baik apabila diketahui oleh orang yang ada kaitannya denga yang diteliti.

 

10Ibid. .h.40

9.    Pembentukan teori berasal dari dasar. Penelitian kualitatif menekankan kepada kepercayaan terhadap apa adanya yang dilihat, sehingga bersifat netral. Analisis induktif memberi makna bukan dimaksud menjaring data untuk membuktikan hipotesis yang tekah dirumuskan. Analisis ini lebih merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan untuk dikelompok-kelompokan.jadi penyusun teori beranjak dari bawah ke atas, dari sejumlah bagian-bagian yang banyak dikumpulkan, kemudian di sistematiskan dalam satu kesatuan yang saling berhubungan.
10.  Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif menggunakan metode pendekatan kualitatif. Media ini digunakan karena (1) lebih mudah mengadakan penyesuaian dengan kenyataan yang berdimensi ganda, (2) lebih mudah menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan subjek peneliti,(3) memiliki kepekaan dan daya penyesuaian diri dengan banyak pengaruh yang timbul dari pola-pola nilai yang dihadapi.
11.  Teknik sampling cenderung bersifat purposive. Kepresentatifan sampel tidak merupakan perhatian dalam penelitian kualitatif. Sampel disini tidak mewakili populasi dengandikaitkan pada generalisasi tetapi lebih mewakil informasi untuk memperoleh kedalaman studi dalam konteksnya. Peneliti memilih informasi yang dipandang paling mengetahui masalah yang akan dikaji. Pilihan peneliti dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan data yang dikumpulkan. Jadi teknik acak tidak dugunakan dalam penelitian kualitatif. Teknik sampling cenderung  purposive, dikaitkan dengan kemampuan menangkap kedalaman data dengan realitasnya yang jamak.



 

   11Ibid. .h.41

12.  Penelitian bersifat meyeluruh (holistik). Penelitian kualitatif memandang bahwa keseluruhan sebagai suatu kesatuan lebih penting daripada satu-satu bagian. Karena itu bergabai masalah peneliti tidak dipandang saling terlepas. Berbagai variabel penelitian tidak dapat dipelajari terpisah dari keterkaitan dalam kesatuan konteksnya. Karena itu, setiap variabel akan memiliki makna yang utuh bila berada didalam kesatuannya, dan kesatuan lebih kaya dari sekedar jumlah makna kumpulan bagian-bagiannya. Didalam konsep holistik ini tidak terdapat hubungan linier, termasuk interaksi sebab-akibat dan saling keterbatasan, peneliti dapat memilih fokus sebelum penelitian dilakukan.
13.  Makna sebagai perhatian utama penelitian.peneliti kualitatifmengarahkan pusat perhatiannya kepada cara bagaimana orang memberi makna pada kehidupannya.dalam pengertian ini, peneliti menekankan pada titik pandang orang-orang atau yang di sebut “ people’s point of view” peneliti berusaha mencari makna melalui pertanyaan, misal (1) asumsi apa yang telah dilakukan oleh orang-orang dalam kajiannya menganai kehidupan mereka sendiri. (2) bagaimana pengalaman dan kehidupan mereka membentuk dunia sosial mereka sendiri didalam hidupnya, sesuai dengan alam pikirannya. Lebih  lanjut , pemaparan hasil penelitian berdasarkan data dan informasi lapangan dengan menarik makna dan  konsepnya.





 

               12Ibid. .h. 42


Ciri-ciri Penelitian Kualitatif  Menurut Bogdan And Biklen (1982) yaitu :
1.      Dilakukan pada kondisi yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci
2.      Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka
3.      Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau outcome
4.      Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif
5.      Penelitian kualitatif lebih enegaskan makna (data dibalik yang teramati).
Berdasarkan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa, metode penelitian kualitatif itu dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan dan membuat laporan penelitian secara mendetail.










13Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif .h. 9


C.  Alasan Melakukan  Peneltian Kualitatif
1.      Untuk menanggulangi banyaknya informasi yang hilang, seperti yang dialami oleh penelitian kuantitatif, sehingga intisari konsep  yang ada dalam data dapat diungkap.
2.      Untuk menanggulangi kecenderungan menggali data empiris dengan tujuan membuktikan kebenaran hipotesis akibat dari adanya hipotesis yang disusun sebelumnya, berdasarkan berpikir dedukatif seperti dalam penelitian kuantitatif.
3.      Untuk menanggulangi kecenderungan pembatasan variabel yang sebelumnya, seperti dalam peneliti kuantitatif, padahal permasalahan dan variabel dalam masalah  sosial sangat kompleks.
4.      Untuk menanggulangi adanya indeks-indeks kasar seperti dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan  pengukuran enumirasi (perhitungan) empiris, padahal inti sebenarnya berada  pada  konsep-konsep yang timbul dari data.




























   14Margono. S. Metode Penelitian Pendidikan. h.39


PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari berbagai uraian pembahasan sebelumnya, maka pemakalah berkesimpulan:
1.      Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
2.      Ciri dari Metode penelitian kualitatif itu dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan dan membuat laporan penelitian secara mendetail.
3.      Alasan melakukan penelitian kualitatif ialah Untuk menanggulangi kecenderungan menggali data empiris dengan tujuan membuktikan kebenaran hipotesis akibat dari adanya hipotesis yang disusun sebelumnya, berdasarkan berpikir dedukatif seperti dalam penelitian kuantitatif.

B.     Saran
Dalam membuat makalah diperlukan banyak referensi sehingga kepustakaan dan perbendaharaan ilmu lebih banyak sebagai dasar penyusunan sebuah makalah.
Makalah ini kami sadari banyak kekurangan oleh karenanya kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan untuk di jadikan perbaikan yang lebih baik lagi. Terimakasih




DAFTAR PUSTAKA

Margono. S. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Sugiyono.2016. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Arti Penelitian Kualitatif. 2016
J.R. Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Grasindo

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar