BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyusun makalah ini akan pemaparan
mengenai metodologi penelitian kualitatif, yang di ambil dari berbagai sumber
salah satunya yaitu buku yang berjudul “ Metode Penelitian Kualitatif “. yang
di tulis oleh Drs. S. Margono, Prof. Sugiyono dan Dr. J.R. Raco., ME., M.Sc.
Penyusun makalah ini, saya mencoba untuk
memaparkan tentang yang berkaitan dengan penelitian kualitatif seperti :
pengertian atau arti, ciri-ciri daripenelitian kualitatif dan alasan-alasan
melakukan penelitian kualitatif, yang penulis ambil intisarinya secara
komprehensif dalam makalah ini, harapan penyusun makalah ini dapat bisa
bermanfaat bagi pembaca.
B. Rumusan
Masalah
Dalam
pembahasan makalah ini pemakalah membatasi pembahasanya yaitu :
1. Apa pengertian dari penelitian
kualitatif ?
2. Apa ciri-ciri penelitian penelitian
kualitatif ?
3. Apa alasan melakukan
penelitian kualitatif ?
C. Tujuan
Penulisan
Penulisan makalah ini
bertujuan :
1.
Mengetahui arti penelitian
kualitatif ?
2.
Mengetahui ciri
–ciri dari penelitian kualitatif ?
3.
Mengetahui alasan
melakukan penelitian kualitatif ?
D. Manfaat Penulisan
Dalam menyelesaikan makalah
ini yang berjudul “ Penelitian Kualitatif ”, Penyusun mengharapkan penulisan makalah
ini dapat:
1.
Memberikan
manfaat keilmuan dalam dunia pendidikan bagi para penelitian.
2.
Menambah wawasan
umum tentang penelitian kualitatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Penelitian Kualitatif
Penelitian adalah Semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan
percobaan Secara alamiah dalam Suatu bidang tertentu,untuk kendapatkan
fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru dan menaikan tingkat ilmu Serta
teknologi.
Kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti
disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkanh berpikir ilmiah.
Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah adalah :
1. Merasakan suatu kesulitan
2. Menegaskan persoalan
3. Menyusun hipotesis
4. mengumpulkan data
5. Mengambil kesimpulan
6. Menentukan kegunaan atau
nilai umum dari kesimpulan.
Sesuai dengan tahapan-tahapan berpikir itulah
tahapan kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian.dapat pula dikatakan
dengan kegiatan-kegiatan penelitian, maka daya nalar akan ditingkatkan menjadi
kemampuan berpikir ilmiah yang baik.
Dengan demikian langkah-langkah utama dalam suatu penelitian akan sesuai
dengan definisi dan tahapan berpikir tadi, maka tahapan penelitian ialah :
1. Menentukan adanya suatu
objek penelitian atau masalah
2. Membatasi permasalahan
[1]Margono. Drs. Metode Penelitian Pendidikan.
h.1
2Ibid.hal. 2
3. Mengumpulkan data
4. Mengolah data dan mengambil
kesimpulan
5. Merumuskan dan melaporkan hasil
penelitian
6. Mengajukan implikasi-implikasi.
John
Creswell (2008)
mendefinisikan penelitian sebagai suatu proses bertahap bersiklus yang dimulai
dengan identifikasi masalah atau isu yang akan diteliti. Setelah masalah
teridentifikasi kemudian diikuti dengan mere view bahan bacaan atau
kepustakaan. Sesudah itu menentukan dan memperjelas tujuan penelitian.
Dilanjutkan dengan pengumpulan data dan analisa data. Kemudian menafsirkan (interpretation)
data yang diperoleh. Penelitian ini berpuncak pada pelaporan hasil penelitian.
Pembaca atau audience akan mengevaluasi dan selanjutnya menggunakannya. Dari
identifikasi masalah hingga pelaporan, semuanya berlangsung dalam suatu proses
yang bertahap yang berurutan secara teratur dan sistematis.
3Ibid. .h.3
4Raco.J.R..Metode penelitian kualitatif. h. 6
1.
Arti
kualitatif
Penelitian
banyak di tujukan pada pembentukan teori subtantif bedasarkan dari konsep-konsep
yang timbul dari data empiris. Dalam penelitian kualitatif, peneliti merasa”tidak
tahu mengenal apa yang tidak diketahuinya”, sehingga devain penelitian yang
dikembangkan selalu merupakan kemungkinan yang terbuka akan berbagai perubahan
yang diperlukan dan lentur terhadap kondisi yang ada di lapangan pengamatannya.
Ada
beberapa istilah yang digunakan sebagai nama lain dari penelitian kuantitatif
yang inkuiri naturalistik atau alamiah, etnologis interaksionis simbolik, perspektif
ke dalam etnometodologis, “ the chicago
school “, fenomenologis, studi kasus,
interpretatif, ekologis dan deskriptif.
Mengacu kepada beberapa istilah tersebut, maka yang disebut dengan
penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yag menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang perilaku yang dapat
diamati ( Bodgan dan Taylor dalam Moleong,1990:3). Sementara itu Kirk dan
Miller mendefinikan penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu
pengetahuan sosial yangsecara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap
manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubugan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya
dan dalam peristiwanya. (moleong,1990:3)
Penelitian kualitatif, dengan diperolehnya data (berupa
kata atau tindakan), sering
digunakan untuk menghasilkan teori yang timbul dari hipotesis – hipotesis seperti
dalam penelitian kuantitatif. Atas dasar itu penelitian kualitatif bersifat “generating theory” bukan : hypothesis-testing”, sehingga teori yang
di hasilkan berupa teori substantif. Karena itu, analisis isi pada penelitian
kualitatif lebih penting dari pada simbol atau atribut seperti pada penelitian
kuantitatif. Penelitian kualitatif memerlukan ketajaman analisis, objektifitas,
sistematik dan sistemik sehingga diperoleh ketepatan dalam interpretasi, sebab
hakekat dari suat fenomena atau gejala bagi penganut penelitian kualitatif
adalah totalitas atau gevtalt. Pertimbangan peneliti dalam penggunaan dan penafsiran
makna yang terkandung di dalam fenomena temuan sangat diperlukan.
Pertimbangan dilakukan dengan cara menetapkan kategori yang lain,
menentukan kriteria yang akan digunakan terhadap kategori yang lain, dan
menentukan kriteria yang akan digunakan terhadap kategori-kategori itu. Analisis
yang digunakan dalam penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif-anakitik
yang berarti interpretasi terhadap isi dibuat dan di susun secara sistematik/menyeluruh
dan sistematis.
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana
peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan
secara trianggulasi(gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil
penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Obyek dalam penelitian kualitatif adalah obyek yan alamiah,
atau natural setting, sehingga metode penelitian ini sering disebut sebagai
metode naturalistik. Obyek yang alamiah adalah obyek yang apa adanya, tidak
dimanipulasi oleh peneliti sehingga kondisi pada saat peneliti memasuki obyek,
setelah berada di obyek dan setelah keluar dari obyek relatif tidak berubah.
Sehingga lawanyya dari metode ini adalah eksperimen dimana peneliti dalam
melakukan penelitian tempatnya berada di laboratorium yang merupakan kondisi
buatan, dan peneliti melakukan manipulasi terhadap variabel. Denga demikian
serin terjadi bias antara hasil penelitian di laboratorium dengan keadaan luar laboratorium
atau keadaan sesungguhnya.
6Sugiyono. Memahami Penelitian
Kualitatif .h. 1
Tentang penelitian kualitatif, Creswell (2008) mendefinisikan sebagai
pendekatan atau penulusuran untuk mengeksplorasi dan memahami sesuatu gejala
sentral. Untuk mengerti gejala sentral tersebut peneliti mewawancarai peserta
penelitian atau partisipan dengan mengajukan pertanyaan yang sifatnya umum dan
luas. Informasi yang disampaikan oleh partisipan kemudian di kumpulkan.
Informasi tersebut biasanya berupa kata atau teks.data yag berupa kata-kata
atau teks tersebut kemudian di analisis.hasil analisis ini dapat berupa
pengambaran atau deskripsi atau dalam bentuk tema-tema. Dari data tersebut
peneliti membuat interpretasi untuk menangkap arti yang terdalam. Sesudahnya
peneliti membuat permenungan sendiri (Self
reflection) dan menjabarkan dengan penelitian-peneitian ilmuwan lain yang
dibuat sebelumnya.hasil akhir dari penelitian kualitatif di tuangkan dalam
bentuk laporan tertulis.
laporan tersebut agar fleksibel karena tidak ada ketentuan
struktur dan bentuk laporan hasil penelitian kualitatif.tentu saja hasil
penelitian kualitatif di pengaruhi oleh pandangan,pengetahuan danpemikiran
peneliti karena data tersebut di interpretasikan oleh peneliti oleh karena itu
sebagian orang menganggap penelitian kualitatif agak bias karena pengaruh dari
sendiri dalam menganalisis data.Metode kualitati tidak menggunakan pertanyaan
yang rinci, seperti halnya metode kuantitatif. Pertanyaannya biasa dimulai
dengan yang umum, tetapi kemudian meruncing dan mendetai.bersifat umum karena
peneliti memberikan seluas-luasnya peluang menjawab kepada partisipan untuk
mengungkapkan pikiran dan pendapatnya sendiri tanpa pembatasan oleh
peneliti.informasi partisipan yang kaya tersebut kemudian diperuncing oleh
peneliti sehingga terpusat.
Metode kualitatif memperlakukan partisipan benar-benar
sebagai subjek bukan objek. Disinilah partisipan menemukan dirinya sendiri
sebagai yang berharga, karena informasinya sangat bermanfaat.metode penelitian
kualitatif ini memberikan ruang yang sangat besar kepada partisipan. Mereka
terhindar dari pengobjektifikasian oleh peneliti yang hanya menjawab pertanyaan
yang sudah disiapkan dan memilih jawaban yang sudah tersedia.
6Raco.J.R..Metode penelitian kualitatif. h. 7
Penelitian kualitatif' adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis
Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian
kualitatif.
Landasan teori dimanfaatkan
sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di
lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran
umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian
kuantitatif dengan penelitian
kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori
menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan
terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti
bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan
berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif jauh lebih subjektif
daripada penelitian atau survei
kuantitatif dan
menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama
individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat
dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir
dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara
mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau
moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk
mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan
atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam
grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung
tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau
moderator group.
Jenis penelitian yang sering kurang
dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif dalam memperoleh
informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan tentang
komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana
pengukuran atau survei
kuantitatif tidak
diperlukan.
7Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas : 2016
B. Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif
Untuk
memperoleh gambaran tentang penelitian kualitatif, ada beberapa ciri pokok
penelitian ini. Bike; Lincoln dab Guba dalam moleong; Nana Sudjana
dan Ibrahim; H.B Sutopo mengemukakan ciri-ciri penelitian kualitatif. Dibawah
ini adalah ciri-ciri penelitian kualitatif yang merupakan ramuan dari penulis
tersebut.
1.
Lingkungan alamiah sebagai sumber data
langsung. Penelitian kualitatif mengadakan penelitian pada konteks dari suatu
keutuhan sebagaimana adanya (alami) tanpa dilakukan perubahan dan intervensi
oleh peneliti. Peristiwa- peristiwa (sosial, pendidikan) merupakan kajian utama
penelitian kualitatif. Dalam hal ini peneliti pergi atau berada dilokasi untuk
memahami, mempelajari perilaku insani dalam konteks lingkungannya sebagaimana
yang di tunjukan.
2.
Manusia merupakan alat (instrumen) utama
pengumpul data, peneliti kualitatif menghendaki peneliti atau dengan bantuan
orang lain sebagai alat utama pengumpul data. Hal ini dimaksudkan agar data
mudah mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada dilapangan.
Dengan alat yang bukan manusia, apalagi alat yang sudah dipersiapkan tanpa
melihat lapangan, penyesuaian tidak mungkin dapat dilaksanakan. Manusia ebagai
alat dapat berhubungan denganresponden dan mampu memahami, menggapai dan
menilai makna dari berbagai bentuk interaksi dilapangan. Dan manusia dapat
mengatasi bila terjadi anggapan bahwa kehadirannya merupakan alat pengganggu
situasi responden.
3.
Analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian
kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tapi mulai dari fakta empiris.
Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari, menganalisis, manafsirkan, dan
menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Analivis data di dalam
penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data.
Dengan demikian, temuan peneliti di lapangan yang kemudian dibentuk ke dalam
bangunan teori, hukum dan di kembangkan dari data lapangan.
8Margono. S. Metode
Penelitian Pendidikan. h.38
Miles dan Huberman dalam.
H.B. Sutopo, menyajikan dua model pokok proses analisis. Pertama model analisis mengalir,
dimana tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan
kesimpulan/vertifikasi) dilakukan saling menjalin dengan proses pengumpulan
data dan mengalir bersamaan. Kedua model analisis interaksi, dimana komponen
reduksi data dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan
data. Setelah data terkumpul, maka tiga kokponen analisis (reduksi, sajian data
dan penarikan kesimpulan) berinteraksi.
Sudah barang tentu data yang
diperoleh harus lengkap menyeluruh dalam latar lingkungannya,karena itu bila kesimpulan
dirasakan kurang mantap atas dasar pengamatan pertama (terdahulu), peneliti
kembali mengumpulkan data untuk menyempurnakan hasil berdasarkan temuan yang
lebih mantap lagi.
4.
Penelitian
bersifat deskriptif analitik. Data yang diperoleh (berupa
kata-kata,gambar, perilaku) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka
statistik, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih
kaya dari sekedar angka atau frekuensi. Peneliti segera melakukan analisis data
dengan memberi pemaparan gambaran mengenai situasi yang diletili dalam bentuk
uraian naratif. Hakikat pemaparan adalah seperti orang merajut, setiap bagian
ditelaah satu demi satu, dengan menjawab pertanyaan apa, mengapa,
dan bagaimana suatu fenomena itu terjadi dalam
konteks lingkungannya. Objektifitas pemaparan harus dijaga sedemikian rupa agar
subjektifitas peneliti dalam membuat interpretasi dapat dihindari.
5.
Tekanan
peneliti berada pada proses. Peneliti kualitatif lebih
banyak mementingkan segi proses daripada hasil. Pertanyaan apa (yang dilakukan)
mengapa (hal itu dilakukan) dan bagaimana(cara melakukannya) uraian naratif
merajut pemaparan suatu fenomena. Pemaparan itu mengungkap sesuatu tentang
proses bukan hasil suatu kegiatan. Proses yang terjadi tanpa kontrol dan
interaksi peneliti, melainkan bersifat alamiah berlangsung apa adanya. Laporan
naratif proses tersebut diupayakan sama dengan apa yang terjadi.
9Ibid. .h.39
6.
Pembatasan penelitian berdasarkan fokus. Penelitian kualitatif menghendaki
ditetapkanya batas atas dasar fokus. Dalam pemikiran fokus terliput didalam
perumusan latar belakang studi dan permasalahan. Fokus juga berarti penentuan
keluasan(scope) permasalahan dan batas penelitian. Penelitian fokus memiliki
tujuan (1) menentukan keterikatan studi,ketentuan lokasi studi, (2) menentukan kriteria inklusi dan eksklusi bagi informal baru. Fokus membantu peneliti kualitatif membuat
keputusan untuk membuang atau menyimpan informasi yang diperolehnya.
7.
Perencanaan
bersifat lentur dan terbuka.perencanaan dalam
penelitian kualitatif tidak bersifat ketat atau kaku, sehingga sulit untuk di
ubah. Perencanaan penelitian di susun bersifat lentur dan terbuka disesuaikan
dengan kondisi sebenarnya yang ada dilapangan studi. Semuanya tidak dilakukan secara
apriori dan bersifat definitif karena peneliti berpandangan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti apa yang belum dilakukannya.beragam hal
dan sistem nilai dapat mempengaruhi aktifitas studi. Kerena itu, memerlukan suatu
perencanaan yang lentur dan terbuka. Namun , peneliti dapat saja menyusun
perencanaan yang lentur dan terbuka.namun, peneliti dapat saja menyusun
perencanaan pemandu sebelum perencanaan yang sebenarnya, dengan tetap
menyediakan keterbukaan akan perubahan dan penyesuaian.
8.
Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama.pemaparan sebagai hasil
interpretasi dalam penelitian kualitatif dikehendaki merupak kesepakatan yang
diperundingkan dengan subjek-subjek yang dijadikan sumber data.hal in dapat
dimengerti karena (1)bentikan realitas yang akan disusun peneliti bersumber
dari subjek-subjek yang dijadikan sumber data, (2) susunan kenyataan yang terjadi yang
akan diangkat oleh peneliti, dimana hakikat dan kualitas hubungan antara
peneliti an sumber data memepengaruhi hasil penelitian,(3) konfirmasi hipotesis
akan lebih baik apabila diketahui oleh orang yang ada kaitannya denga yang
diteliti.
10Ibid. .h.40
9.
Pembentukan
teori berasal dari dasar. Penelitian
kualitatif menekankan kepada kepercayaan terhadap apa adanya yang dilihat, sehingga
bersifat netral. Analisis induktif memberi makna bukan dimaksud menjaring data
untuk membuktikan hipotesis yang tekah dirumuskan. Analisis ini lebih merupakan
pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan untuk
dikelompok-kelompokan.jadi penyusun teori beranjak dari bawah ke atas, dari sejumlah bagian-bagian yang
banyak dikumpulkan, kemudian di sistematiskan dalam satu kesatuan yang saling
berhubungan.
10.
Pendekatan
penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif menggunakan
metode pendekatan kualitatif. Media ini digunakan karena (1) lebih mudah
mengadakan penyesuaian dengan kenyataan yang
berdimensi ganda, (2) lebih mudah menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti
dan subjek peneliti,(3) memiliki kepekaan dan daya penyesuaian diri dengan
banyak pengaruh yang timbul dari pola-pola nilai yang dihadapi.
11.
Teknik
sampling cenderung bersifat purposive. Kepresentatifan sampel tidak merupakan perhatian dalam
penelitian kualitatif. Sampel disini tidak mewakili
populasi dengandikaitkan pada generalisasi tetapi lebih mewakil informasi untuk
memperoleh kedalaman studi dalam konteksnya. Peneliti memilih informasi yang
dipandang paling mengetahui masalah
yang akan dikaji. Pilihan peneliti dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan
kemantapan data yang dikumpulkan. Jadi teknik acak tidak dugunakan dalam
penelitian kualitatif. Teknik sampling cenderung purposive,
dikaitkan dengan kemampuan menangkap kedalaman data dengan realitasnya yang
jamak.
11Ibid. .h.41
12.
Penelitian
bersifat meyeluruh (holistik). Penelitian kualitatif
memandang bahwa keseluruhan sebagai suatu kesatuan lebih penting daripada satu-satu bagian.
Karena itu bergabai masalah peneliti tidak dipandang saling terlepas. Berbagai
variabel penelitian tidak dapat dipelajari terpisah dari keterkaitan dalam
kesatuan konteksnya. Karena itu, setiap variabel akan memiliki makna yang utuh
bila berada didalam kesatuannya, dan kesatuan lebih kaya dari sekedar jumlah
makna kumpulan bagian-bagiannya. Didalam konsep holistik ini tidak terdapat
hubungan linier, termasuk interaksi sebab-akibat dan saling keterbatasan,
peneliti dapat memilih fokus sebelum penelitian dilakukan.
13.
Makna
sebagai perhatian utama penelitian.peneliti
kualitatifmengarahkan pusat perhatiannya kepada cara bagaimana orang memberi
makna pada kehidupannya.dalam pengertian ini, peneliti menekankan pada titik
pandang orang-orang atau yang di sebut “ people’s
point of view” peneliti berusaha mencari
makna melalui pertanyaan, misal (1) asumsi apa yang telah dilakukan oleh
orang-orang dalam kajiannya menganai kehidupan mereka sendiri. (2) bagaimana
pengalaman dan kehidupan mereka membentuk dunia sosial mereka sendiri didalam
hidupnya, sesuai dengan alam pikirannya. Lebih
lanjut , pemaparan hasil penelitian berdasarkan data dan informasi
lapangan dengan menarik makna dan konsepnya.
12Ibid. .h. 42
Ciri-ciri
Penelitian Kualitatif Menurut Bogdan And
Biklen (1982) yaitu :
1.
Dilakukan
pada kondisi yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) langsung ke
sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci
2.
Penelitian
kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata
atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka
3.
Penelitian
kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau outcome
4.
Penelitian
kualitatif melakukan analisis data secara induktif
5.
Penelitian
kualitatif lebih enegaskan makna (data dibalik yang teramati).
Berdasarkan
hal tersebut dapat dikemukakan bahwa, metode penelitian kualitatif itu
dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan,
mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif
terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan dan membuat laporan
penelitian secara mendetail.
C. Alasan
Melakukan Peneltian Kualitatif
1.
Untuk
menanggulangi banyaknya informasi yang hilang, seperti yang
dialami oleh penelitian kuantitatif, sehingga intisari konsep yang ada dalam data dapat diungkap.
2.
Untuk
menanggulangi kecenderungan menggali data empiris dengan tujuan
membuktikan kebenaran hipotesis akibat dari adanya hipotesis yang disusun
sebelumnya, berdasarkan berpikir dedukatif seperti dalam penelitian
kuantitatif.
3.
Untuk
menanggulangi kecenderungan pembatasan variabel yang
sebelumnya, seperti dalam peneliti kuantitatif, padahal permasalahan dan
variabel dalam masalah sosial sangat
kompleks.
4.
Untuk
menanggulangi adanya indeks-indeks kasar seperti dalam
penelitian kuantitatif yang menggunakan
pengukuran enumirasi (perhitungan) empiris, padahal inti sebenarnya
berada pada konsep-konsep yang timbul dari data.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari berbagai
uraian pembahasan sebelumnya, maka pemakalah berkesimpulan:
1.
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya
adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.
2.
Ciri
dari Metode penelitian kualitatif itu dilakukan secara intensif, peneliti ikut
berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi,
melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di
lapangan dan membuat laporan penelitian secara mendetail.
3.
Alasan
melakukan penelitian kualitatif ialah Untuk menanggulangi kecenderungan
menggali data empiris dengan tujuan membuktikan
kebenaran hipotesis akibat dari adanya hipotesis yang disusun sebelumnya,
berdasarkan berpikir dedukatif seperti dalam penelitian kuantitatif.
B.
Saran
Dalam membuat makalah diperlukan banyak referensi
sehingga kepustakaan dan perbendaharaan ilmu lebih banyak sebagai dasar
penyusunan sebuah makalah.
Makalah ini kami sadari banyak kekurangan oleh
karenanya kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan untuk di jadikan
perbaikan yang lebih baik lagi. Terimakasih
DAFTAR PUSTAKA
Margono. S. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka
Cipta
Sugiyono.2016.
Memahami Penelitian Kualitatif.
Bandung : Alfabeta
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas. Arti Penelitian Kualitatif. 2016
J.R. Raco.
2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta
: Grasindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar