MACAM-MACAM HUKUM ILMU
TAJWID
A.
Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin
1. Idzhar
halqi
Idzhar halqi adalah apabila ada nun
mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها cara
membacanya harus jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh : ان
هو عذاب
عظيم
من
علق درة
خيرا
ان
انتم سلم
هي
2. Idhgham
Bighunnah
Idhgham Bighunnah adalah apabila ada nun
mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu ي , ب , م , و.
Adapun cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf
tersebut dengan mendengung.
Contoh : من
يعمل ماء
مهين
من
نصرين هدى
وبشرى
3
Idhgham Bilaghunnah adalah apabils ada
nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf dua, yaitu ل danر.
Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam
huruf tersebut tanpa
mendengung.
Contoh
: من لدنه خير
لك
من
رهيق شيطان
رجيم
4. Iqlab
Iqlab adalah apabila ada nun mati/tanwin
bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya
yaitu suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh
: لينبذ
ن ضللا
بعيدا
من
بعيد سميع
بصير
5. Ikhfa’
Ikhfa’ adalah apabila ada nun
mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf, yaitu .ت
,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك cara membacanya suara nun
mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh : من
قبلك شيء
شهيدا
فا
نصب
نارا
تلظى
عنده
لتول
فصل
B. Hukum
Bacaan Qalqalah
1. Pengertian
Qalqalah
Qalqalah secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah
qalqalah berarti menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara
yang lebih ditekan lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5,
yaitu د , ق , ط
, ب , ج yang bisa disingkat dengan قطب
جد
2. Macam-macam
Qalqalah
a. Qalqalah
Kubra
Qalqalah kubra berarti salah satu huruf
qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang disebabkan adanya waqaf. Cara
membacanya harus lebih jelas dan memantul.
Contoh
: اليه
مريب بالقسط
بخلق
جديد ملح
اجاج
عذاب
الحريق
b. Qalqalah
Sughra
Qalqalah sughra berarti apabila salah
satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli bukan karena waqaf. Cara
membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh : ولا
تقرب من
قبل
من
نطفه ويجعلون
كاتب
بالعدل
C. Hukum
Baca’an Lam
1. Lam
Mufakhamah (( تفخيم
Lam mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat fathah atau dlommah, maka harus
dibaca tebal.
Contoh : رسول
الله شهيد
الله رحمة
الله
2. Lam
Muraqqah (( ترقيق
Lam muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat kasrah, maka harus dibaca tipis.
Semua lam yang terdapat dalam lafal الله harus
dibaca tipis.
Contoh : بسم
الله من
عند الله الحمد
لله
D. Hukum
Baca’an Ra’
3. Ra’
Mufakhamah (( تفخيم
Ra’ mufakhamah adalah ra’ yang dibaca
tebal. Ra’ dibaca tebal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1) Ra’
berharakat fathah
Contoh : ومن
يعمل مثقال ذرة شرا يره
2) Ra’
berharakat dlommah
Contoh : اذا
جاء نصرالله والفتح
3) Ra’
berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat fathah
atau dlommah.
Contoh : وارسل ترميهيم
4) Ra’
berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan
kasrah asli dari perkataanya.
Contoh : ارجعي
الى ربك راضية مرضية
5) Ra’
berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi
sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah. Huruf
isti’la ada 7, yaitu.خ , ص , ض , غ , ط , ق ,
ظ
Contoh : فرقة قرطاس ان
ربك لبا لمرصاد
1. Ra’
Muraqqaqah (( ترقيق
Ra’ muraqqaqah adalah ra’ yang dibaca
tipis. Ra’ dibaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a) Ra’
berharakat kasrah
Contoh : من
شر
غاسق من
شر ماخلق
b) Apabila
sebelum huruf ra’ ada huruf ya’ sukun
Contoh : خير
من الف شهر نذير وبشير
c) Ra’
berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra’
sukun bukan huruf isti’la.
Contoh : وفرعون
ذى الاوتاد
2. Jawaazul
Wajhaini
Dalam hukum jawaazul wajhaini ra’ boleh
dibaca tarqiq atau tafkhim. Hukum jawaazul wajhaini bisa terjadi apabila ada
ra’ sukun yang didahului huruf berharakat kasrah dan sesudahnya ada salah satu
huruf isti’la yang berharakat kasrah.
Contoh : بحرص من
عرضه
E. Hukum
Bacan Mad
1. Pengertian
mad
Kata mad berasal dari bahasa arab مد – يمد – مدا yang berarti
memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti memanjangkan bacaan huruf
hijaiyah sesuai dengan sifat dan syaratnya masing-masing.
2. Macam-macam
Mad
a. Mad
Thabi’i
Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah
yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad pokok (mad asli). Cara
membacanya yaitu dipanjangkan satu alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i
apabila terdapat hal-hal berikut :
1. Jika
ada ا jatuh sesudah harakat fathah.
Contoh : سا, ما, نا, وا, حا
2. Jika
adaو jatuh sesudah harakat dommah.
Contoh : سو, مو, نو, وو, حو
3. Jika
adaي jatuh sesudah harakat kasrah. Contoh
: سي, مي, ني, وي, حي
b. Mad
Far’i
Mad far’i adalah semua mad selain mad
thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i maka disebut mad far’i yang
mempunyai arti mad cabang.
Adapun mad far’i ini ada 13 macam :
1) Mad
Wajib Muttashil
Mad wajib muttashil adalah bacaan mad
thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya
yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : والسماء
, وجيء , سوء , حنفاء
2) Mad
Jaiz Munfashil
Mad jaiz munfashil adalah bacaan mad
thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun
panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh : يايها
الذين وما
ادراك انا اعطينا ك
3) Mad
Layyin
Mad layyin adalah apabila ada salah satu
huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.
Contoh : لاريب من
خذف
ليلا اليوم
4) Mad
‘Aridl Lis Sukun
Mad ‘Aridl Lis Sukun adalah jika ada
bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda
waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau
3 alif (6 harakat).
Contoh : نستعين ينصرون
من
فوش الرحيم
5) Mad
‘Iwadl
Mad ‘iwadl adalah apabila ada huruf
hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat.
Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).
Contoh : غفورا
رحيما dibaca غفورا رحيما
سميعا
بصيرا dibaca سميعا بصيرا
6) Mad
Badal
Mad badal adalah apabila ada 2 buah
huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah
yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :
- ا jika hamzah yang pertama
berharakat fathah
- و jika hamzah yang pertama
berharakat kasrah
- ي jika hamzah yang pertama berharakat
dlommah
Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)
Contoh : ﺄﺄدم
menjadi ادم
اؤتي
menjadi اوتي
ائمان
menjadi ايمان
7) Mad
Lazim Mutsaqqal Kilmi
Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila
ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata.
Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : الطامة الصاخه ولاالضالين
8) Mad
Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila
ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya
yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : آلان
9) Mad
Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad Lazim Mutsaqqal Harfi adalah
permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf :
ن, ق, ص, ع, ل, ي, ك, م yang
bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun
panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan
( مد لازم حرفي مشبع ).
Contoh : ص ن ق الم
10) Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad Lazim Mukhaffaf Harfi adalah
permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :حي طهر yaitu ح
, ي , ط , ه , ر . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif
(2 harakat).
Contoh : طه يس حم الر
11) Mad shilah
أ. Mad
Shilah Qashirah
Mad Shilah Qashirah adalah apabila ada
kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat
( ̶ )/ ( ̶ ). Adapun panjang
bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh : انه
كان له ما في
السموات
ب. Mad
Shilah Thawilah
Mad Shilah Thawilah adalah apabila ada
mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu
2½ alif (5 harakat).
Contoh : ماله
أخلده له الا بماشاء
12) Mad Thamkin
Mad thamkin adalah apabila ada huruf
yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya
yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad
thabi’inya.
Contoh : حييتم عليين من
النبيين
13) Mad Farqi
Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau
bukan.
Contoh : قل
الله اذن
لكم الذكرين
حرم ام الانثيين
F. Hukum
Bacaan Mim Sukun
1. Ikhfa’
Syafawi
Ikhfa’ syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf ba’
(ب ). Cara membacanya yaitu merapatkan
bibir dan mendengung.
Contoh : اعتصم
بالله ام
به
2. Idzhar
Syafawi
Idzhar syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf
hijaiyah yang selain ب dan م, yaitu : ي, ه, و, ن, ل, ك, ق, ف, غ, ع, ظ, ط, ض, ص, ش, س, ز, ر, ذ, د, ج, ح, خ, ت,
ث, ء. Adapun cara membacanya yaitu harus jelas, tidak
mendengung dan juga tidak samar-samar.
Contoh : انهم
الى
ربهم لهم
فيها عليهم ولا
وهم
راجعون انعمت عليهم
غير
3. Idhghom
Mimi
Idhghom mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaitu dengan cara
merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :
DASAR-DASAR TAJWID UNTUK PEMULA
1.
Pendahuluan
بسم الله الرحمن
الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيد المرسلين واله وصحبه اجمعين
قال تعالى ورتل القران ترتيلا …………. الاية
Puji
syukur kehadirat ilahi robbi tuhan penguasa jagat. Sholawat dan salam semoga selalu
terlimpahkan pada junjungan kita Nabi Agung Nabi akhir zaman yang telah
menunjukkan jalan kebenaran pada kita. Amin yaa robbal’alamin.
Dalam
makalah ini sengaja tidak kami sebutkan makhroj serta sifat-sifatnya huruf
dikarenakan belajar makhroj dan sifat-sifatnya membutuhkan waktu yang cukup
panjang dan memakan waktu yang cukup lama, disamping juga harus belajar
secara musyafahah (bertemu langsung) dengan guru yang mumpuni.
1.
HUKUM
MEMPELAJARI ILMU TAJWID
Ilmu
tajwid adalah : ilmu yang digunakan untuk mengetahui cara mengucapkan kalimat –
kalimat Al-Qur’an agar supaya lisan kitatidak salah dalam membacanya. Hukum
mempelajari ilmu tajwid adalah fardlu kifayah dan mengamalkannya adalah fardlu
‘ain.
1.
HUKUM
DAN CARA MEMBACA TA’AWWUD
Menrut
mayoritas ahli qiro’ah sebelum membaca Al-Qur’an disunahkan membaca ta’awwud,
sedangkan menurut sebagian qurro’ hukumnya adalah wajib.
Sedagkan
cara membacanya sebaagi berikut :
1.
Ta’awwud dibaca lirih atau pelan bila
olehnya membaca Al-Qur’an dengan lirih, olehnya dengan membaca dengan sendirian
dan ditempat yang sunyi , dan dibaca pada waktu sholat baik sholat jahriyyah
atau sholah sihriyyah.
2.
Ta,awwud dibaca keras bila olehnya
membaca Al-Qur’an dengan keras dan didengarkan oleh orang lain.
3.
Ketika membaca Al-Qur’annya dengan
bergantian (disaat satu mengakhiri bacaan lalu diteruskan lagi oleh yang
lainnya) mak orang yang membaca Al-Qur’an pertama kali membaca ta’awwud dengan
keras lalu orang seterusnya dengan lirih.
4.
Bila ditengah-tengah membaca
Al-Qur’an ada perkara yang dating baru (seperti bersin/wahing, batuk,
mengucapkan perkataan yang ada hubungannya dengan qiroah seperti mentafsiri
Al-Qur’an) serta masih dalam satu majlis maka tidak usah mengulangi bacaan
ta’awwud. Apabila perkara yang dating baru tersebut tidak ada hubungannya
dengan qiro’ah maka mengulangi ta’awwud lagi sebelum membaca Al-Qur’an yang
kedua.
4.
HUKUM
NUN MATI DAN TANWIN
Nun
mati dan tanwin bila bertemu dengan huruf hijaiyyah hukumnya ada: 5
1.idzhar
2.idzghom
dengan disertai dengung
3.idzghom
tanpa adanya dengung.
4.iqlab
5.ikhfa’
kesemuanya
itu memiliki huruf dan pengertian sendiri-sendiri.
·
IDZHAR
Ialah
:mengeluarkan huruf-huruf idzhar tanpa disertai dengungan, pantulan, berhenti,
tasydid. sedangkan bacaan idzhar mempunyai enam huruf ( hamzah, hak,’ain, kha’,
kho’, ghoin)
Contoh:
َجَنَّاتٍ
أَلْفَافًا مَنْ آمَن
ْمِنْهُم
َحَقِيْقٌ عَلِيٌّ
أَنْعَم
َعَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
يَنْحِتُوْن
يَوْمَئِذٍ خَاشِع
·
IDZGHOM
DENGAN DISERTAI DENGUNG
Ialah
: memasukkan nun mati atau tanwin pada huruf ya, nun, mim, wawu..yang mana
huruf-huruf tersebut tidak dalam satu kalimah sekira nun mati atau tanwin
tersebut menjadi satu huruf dengan ya’, nun, mim, wawu. Namun bila berada dalam
satu kalimah maka dinamakan bacaan idzhar.
Contoh
:
قِنْوَانٌ
دُنْيَا
ٌصِنْوَانٌ
عُنْوَان
sedangkan
lamanya dengung dalam kitab-kitab tajwid diterangkan 1 alif atau 2
harokat ( 2 gerakan ) namun dalam praktek adalah 3 gerakan(1.5 alif)
contoh:
َمَنْ يَقُوْلُ
بَرْقٌ يَجْعَلُوْن
مِنْ نُطْفَةٍ
ًمِمَّنْ مَنَعَ مَثَلًا مَّا
بَعُوْضَة
ْغِشَاوَةٌ وَلَهُم
·
IDZGHOM
TANPA DISERTAI DENGAN DENGUNG
Ialah
:memasukkan nun mati atau tanwin pada huruf lam dan ro’.yang mana tikror
atau bergetarnya ro’ hanya satu kali getaran.
Contoh:
َوَلَكِنْ
لاَ يَشْعُرُوْنَ هُدًى
لِلْمُتَّقِيْن
مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا
·
IQLAB
Ialah
: Mengganti suaranya nun mati atau tanwin dengan suaranya mim, disertai dengung
( sama dengan idzghom dengan disertai dengung ) perlu diingat bahwa posisi
mulut tidak terlalu rapat tapi masih ada renggang. Sedangkan hurufnya ada satu
yaitu Ba’.
contoh : مِنْ بَعْد
menjadi مِمّْبَعْد
سميعٌ
بَصِيْر menjadi
سَمِيْعُمْبَصِيْر
·
IKHFA’
Ialah : Mengucapkan
huruf mati yang tak bertasydid pada posisi diantara idzhar danIdzghom.juga disertai dengung. Sedangkan hurufnya
ada 15 (ص ف ذ ث ك ج ش ق س د ط ز ت ض ظ )
Contoh: يَنْصُرْكُمْ
رِيْحًا صَرْصَرَا dan
seterusnya.
مُنْذِر
مِنْ ثَمَرَة
جَمِيْعًا
ثُمّ
1.
HUKUM
MIM MATI
Bila
bertemu dengan salah satu dari huruf hijaiyyah mempunyai 3 hukum:
1.
Ikhfa’ syafawy Terjadi bila
setelah mim mati terdapat huruf ba’
Contoh: تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ
سِجِّيْل dibaca ٍتَرْمِيْهِمْبِحِجَارَة
1.
Idzghom mitsly terjadi bila setelah
mim mati terdapat mim.
Contoh:
ٌفِيْ قُلُوْبِهِمْ مَرَض dibaca ٌفِيْ قُلُوْبِهِمَّرَض
3.
Idzhar syafawy terjadi bila setelah
mim mati terdapat huruf selain ba’ dan mim.
Contoh:
َعَلَيْهِمْ وَلاَ
الضَّالِيْن dan َأَنْعَمْت
CATATAN :
Bila terdapat
mim atau nun yang bertasydid maka dibaca ghunnah yang mana dengungnya sama
keterangan yang ada di bahasan idzghom yang disertai dengung.
Contoh:
عَمَّ يَتَسَاءَلُوْنَ
1.
HUKUM
LAMNYA AL TA’RIF DAN LAM FI’IL
Hukum
lamnya al ta’rif ada 2:
1.
Al qomariyyah terjadi bila setelahnya
terdapat salah satu diantara huruf-huruf yang terkumpul dalam lafadz أَبْغِ حَجَّكَ وَخَفْ عَقِيْمَه
Contoh:
ْاَلْعَلِيْمُ,
اَلْقَدِيْرُ, اَلْيَوْم, اَلْهَادِي
2.
Al syamsiyyah terjadi bila setelahnya
terdapat salah satu diantara huruf-huruf sebagai
berikut ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل
Contoh: َوَارْكَعُوْا مَعَ
الرَّاكِعِيْنَ. اَلَّذِيْن
Sedangkan
hukumnya lam fiil (lam yang ada pada kalimah fiil)dibaca idzhar(jelas tidak
idzghom) secara muthklaq baik ditengah atau ditepi,baik fiil mudlori’, madly
,amar.
Contoh : قُلْ نَعَمْ , وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا
1.
HUKUM
IDZGHOM MITSLAIN MUTAQORIBAIN MUTAJANISAIN
Terbagi
menjadi 2:
1.
Shoghir ( disaat huruf yang pertama
mati )
2.
Kabir (disaat huruf yang pertama
berharokat atau
hidup )
·
IDZGHOM
MITSLAIN
Terjadi
disaat ada dua huruf yang sama didalam sifat dan makhrojnya .
Contoh: اِضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجْر – (
Idzghom shoghir) tidak boleh dibaca qolqolah
·
IDZGHOM
MUTAQORRIBAIN
Terjadi
disaat ada dua huruf yang makhrojnya berdekatan tapi berbeda dalam segi
sifatnya seperti contoh dal mati bertemu dengan jim, ta’ mati bertemu dengan
sin.
Contoh:
ُلَقَدْ جَاءَكُمْ
لَقَدْ سَمِعَ
الله –
shoghir
ْمِنْ بَعْدِ ذَلِكَ
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَت
– kabir
·
IDZGHOM
MUTAJANISAIN
Terjadi
disaat ada dua huruf yang makhrojnya sama tapi berbeda dalam segi sifatnya
seperti contoh ba’ mati bertemu dengan mim ba’ mati bertemu dengan fa’
contoh :
اِرْكَبْ مَعَنَا
–shoghir
(menurut bacaan imam ‘ashim)
يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاء عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا
-kabir
1.
MAD
Huruf
mad ada 3 yaitu alif yang jatuh setelah fatkhah
Yak
yang jatuh setelah kasroh
Wawu
yang jatuh setelah dlummah
Mad
terbagi menjadi 2: 1.mad ashli
2.mad
far’i
·
MAD
ASHLI
Terjadi bila ada huruf mad yang
setelahnya tidak ada hamzah atau
sukun ( huruf mati ) Contoh:
ْوَاِذْ قَالَ,وَحِيْلَ بَيْنَهُم sedangkan panjang bacaannya adalah 1
alif
·
MAD
FAAR’I
Dibagi
dua :
1.
Setelah huruf mad ada hamzah bila dalam satu kalimah dinamkan :mad
wajib muttashil
sedangkan panjang bacaannya adalah 4
harokat(2alif) ْلَقَدْ جَاءَكُم
bila
berbeda kalimah ( dua kalimah ) dinamakan :mad jaiz munfashil
Sedangkan panjang bacaannya boleh
1,2,3 alif.Bila dibaca 1 alif ada perubahan yaitu:dal
mati bertemmu jim atau dal mati bertemu dengan dhad yang mestinya di qolqolahkan
menjadi didzghomkan, sebat tidak ada saktah.
2.
Setelah huruf mad terdapat sukun atau
huruf yang mati
Bila
matinya asli (bertasydid)dan dalam satu kalimah dinamakan mad
‘lazim mutsaqqol kilmi
Contoh : ولا الضاّلين ,الصاّخه
Bila tak bertasydid dinamakan mad
lazim mukhoffaf kilmi .Contoh آلان
Namun bila dalam satu huruf dinamakan
mad lazim harfi mutsaqqol bila huruf tersebut diidzghomkan dengan huruf
setelahnya Contoh : الم
Sedangkan bila tidak diidzghomkan
dengan huruf setelahnya dinamakan mukhoffaf harfi.Contoh ,ن ص .
Bila matinya datang baru ( gara-gara
waqof) dinamakan mad ‘aridl
lissukun.Contoh:
نستعين، الرحيم , رب
العامين
Sedang
panjang bacaannya
@ Mad
lazim mutsaqqol kilmi atau harfi adalah
6
harokat atau 3 alif
@
Mad ‘aridl lissukun panjang bacaannya boleh
1,2,3
alif
·
MAD
SHILAH
Terjadi
bila ada hak dlomir ghoib mufrod mudzakar yang jatuh diantara dua huruf yang
hidup. panjangnya 1 alif.
Contoh
:
ٌاِنَّهُ بِعِبَادِهِ
خَبِيْر namun
bila setelahnya terdapat hamzah yang berbeda kalimah dari sebagian ulama’ ada
yang mengatakan panjangnya sama dengan mad jaiz munfashil (1,2,3 alif ) Contoh
:وَهُوَ
يُحَاوِرُهُ انا
·
MAD
‘IWAD
Terjadi
saat waqof pada tanwin yang dibaca nasob. panjangnya 1 alif.
Contoh : اَفْوَاجًا
·
MAD
BADAL
Mad yang asli terdapat dua hamzah
kumpul dan yang kedua diganti dengan huruf mad yang sesuai dengan harokat
hamzah pertama.Contoh: آدم
·
MAD
TAMKIN
Bila terdapat dua yak kumpul sedang
yang pertama bertasydid serta berharokat kasroh sedang yang kedua mati Contoh : حيّيت
·
MAD
LAYN
Bila
ada wawu atau ya’ yang jatuh setelah harokat fatkhah serta diwaqofkan panjang
bacaannya boleh 1,2,3 alif .
Contoh
ٍلِاِيْلاَفِ
قُرَيْش
1.
PENUTUP
Demikianlah
makalah dari kami semoga menjadi acuan bagi rekan-rekan sesama pelajar dan
menjadi ma’lum apaadanya.
MATERI ILMU
TAJWID "INSYA ALLAH LENGKAP"
MATERI ILMU TAJWID
khos untuk TPQ
TANDA-TANDA WAQAF DAN WASHAL
Waqaf artinya: sebaiknya berhenti.
م ( وقف لا زم ) : harus berhenti
( معا نقه ) : berhenti di salah satu titik
ط ( وقف مطلق ) : sebaiknya berhenti
قلى ( الوقف اولى ) : sebaiknya berhenti
قف ( الوقف ) : sebaiknya berhenti
ج ( وقف جا ئز ) : boleh berhenti, juga boleh terus
Washol artinya: sebaiknya terus.
لا ( الوقف ممنوع ) : sebaiknya terus
صلى ( الوصل اولى ) : sebaiknya terus
ز ( مجوز الوقف ) : sebaiknya terus
ص ( مر خص الوقف ) : sebaiknya terus
ق ( قيل هو وقف ) : sebaiknya terus
GHUNNAH
Ghunnah
artinya mendengung. Hal ini berarti bahwa setiap ada huruf Nun atau Mim yang
bertasydid maka hukum bacaannya dinamakan Ghunnah.
Contoh:
اِ نَّ ثُمَّ اِ نَّمَا فَلَمَّا
HUKUM NUN SUKUN/TANWIN
Perbedaan Nun sukun atau Tanwin adalah sama dalam lafadz tetapi lain dalam tulisan. Adapun hukum Nun sukun atau Tanwin dibagi menjadi 6 macam, antara lain:
Contoh:
اِ نَّ ثُمَّ اِ نَّمَا فَلَمَّا
HUKUM NUN SUKUN/TANWIN
Perbedaan Nun sukun atau Tanwin adalah sama dalam lafadz tetapi lain dalam tulisan. Adapun hukum Nun sukun atau Tanwin dibagi menjadi 6 macam, antara lain:
1.
Idghom Bighunnah
Idghom : memasukkan
Bighunnah : dengan mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 4 huruf, antara lain:ي ن م و atau biasa di singkat dengan bunyi يَنْمُوْ
Contoh:
مَنْ يَقُوْ لُ ( نْ- ي ) فَلَنْ نَِّزيْدَ كُمْ ( نْ- ن )
فَتْحًا مُبِيْنًا ( _ً – م) مِنْ وَّرَائِهِمْ ( نْ- و )
Bighunnah : dengan mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 4 huruf, antara lain:ي ن م و atau biasa di singkat dengan bunyi يَنْمُوْ
Contoh:
مَنْ يَقُوْ لُ ( نْ- ي ) فَلَنْ نَِّزيْدَ كُمْ ( نْ- ن )
فَتْحًا مُبِيْنًا ( _ً – م) مِنْ وَّرَائِهِمْ ( نْ- و )
1.
Idghom Bilaghunnah
Idghom : memasukkan
Bilaghunnah : dengan tanpa mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 2 huruf, antara lain: ل dan ر
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ( نْ- ل ) غَفُوْرٌرَحِيْمٌ ( _ٌ – ر)
Bilaghunnah : dengan tanpa mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 2 huruf, antara lain: ل dan ر
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ( نْ- ل ) غَفُوْرٌرَحِيْمٌ ( _ٌ – ر)
1.
Idzhar
Idzhar berarti: jelas atau terang
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 6 huruf, antara lain: ﻫ أ ح خ ع غ
Contoh:
كُفُوًا اَحَدٌ ( _ً – ا) مِنْ حَيْثُ ( نْ – ح ) مَنْ خَفَّتْ ( نْ – خ )
خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍ – ع ) قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ) لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ – ﻫ )
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 6 huruf, antara lain: ﻫ أ ح خ ع غ
Contoh:
كُفُوًا اَحَدٌ ( _ً – ا) مِنْ حَيْثُ ( نْ – ح ) مَنْ خَفَّتْ ( نْ – خ )
خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍ – ع ) قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ) لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ – ﻫ )
1.
Iqlab
Iqlab berarti:
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf dari huruf hijaiyyah yaitu: ب
Contoh:
مَنْ بَخِلَ ( نْ – ب ) عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf dari huruf hijaiyyah yaitu: ب
Contoh:
مَنْ بَخِلَ ( نْ – ب ) عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)
1.
Ikhfa’
Ikhfa’ berarti: samar-samar
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 15 huruf, antara lain:
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh:
مِنْ تَحْتِهَا ( نْ – ت ) مَاءً ثَجَا جًا ( _ً – ث) اَنْجَيْنَا كُمْ ( نْ – ج )
قِنْوَانٌ دَانِيَةٍ ( _ٌ – د) مَنْ ذَالَّذِ يْ ( نْ – ذ) يَوْمَئِذٍ زُرْقًا ( ٍ – ز )
اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْ – س ) عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌ – ش) قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ً – ص)
مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌ – ض) وَمَا يَنْطِقُ ( نْ – ط) عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْ – ظ)
عُمْيٌ فَهُمْ ( _ٌ – ف) رِزْقًا قَا لُوْا ( _ً – ق) مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا ( نْ – ك)
HUKUM MIM SUKUN
Hukum Mim sukun dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 15 huruf, antara lain:
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh:
مِنْ تَحْتِهَا ( نْ – ت ) مَاءً ثَجَا جًا ( _ً – ث) اَنْجَيْنَا كُمْ ( نْ – ج )
قِنْوَانٌ دَانِيَةٍ ( _ٌ – د) مَنْ ذَالَّذِ يْ ( نْ – ذ) يَوْمَئِذٍ زُرْقًا ( ٍ – ز )
اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْ – س ) عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌ – ش) قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ً – ص)
مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌ – ض) وَمَا يَنْطِقُ ( نْ – ط) عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْ – ظ)
عُمْيٌ فَهُمْ ( _ٌ – ف) رِزْقًا قَا لُوْا ( _ً – ق) مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا ( نْ – ك)
HUKUM MIM SUKUN
Hukum Mim sukun dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
1.
Idghom Mitsli (Idghom Mimi)
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Mim
Contoh:
كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ ( مْ – م )
Contoh:
كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ ( مْ – م )
1.
Ikhfa’ Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Ba’
Contoh:
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ ( مْ – ب )
Contoh:
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ ( مْ – ب )
1.
Idzhar Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan salah satu huruf
hijaiyyah selain Mim dan Ba’
Contoh:
هُمْ نَا ئِمُوْنَ ( مْ – ن ) اَمْ لَمْ تُنْدِ رْ هُمْ ( مْ – ت )
الخ ……..
HUKUM IDGHOM
Hukum Idghom dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
Contoh:
هُمْ نَا ئِمُوْنَ ( مْ – ن ) اَمْ لَمْ تُنْدِ رْ هُمْ ( مْ – ت )
الخ ……..
HUKUM IDGHOM
Hukum Idghom dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
1.
Idghom Mutamatsilain
Artinya: jika ada huruf yang sama, yang pertama sukun dan yang
kedua hidup.
Contoh:
اِضْرِ بْ بِعَصَا كَ ( بْ – بِ )
Contoh:
اِضْرِ بْ بِعَصَا كَ ( بْ – بِ )
1.
Idghom Mutajanisain
Dinamakan Idghom Mutajanisain jika TA sukun bertemu THA, THA
sukun bertemu TA, TA sukun bertemu DAL, DAL sukun bertemu TA, LAM sukun bertemu
RA, DZAL sukun bertemu ZHA.
Contoh:
(تْ- ط ) قَالَتْ طَا ئِفَة ٌ ( طْ- ت ) لَئِنْ بَسَطْتَ ( تْ- د ) اَثْقَلَتْ دَ عَوَا
( دْ- ت ) قَدْ تَبَيَّنَ ( لْ- ر ) قُلْ رَبِّ ( ذْ- ظ ) اِذْ ظَلَمُوْا
Contoh:
(تْ- ط ) قَالَتْ طَا ئِفَة ٌ ( طْ- ت ) لَئِنْ بَسَطْتَ ( تْ- د ) اَثْقَلَتْ دَ عَوَا
( دْ- ت ) قَدْ تَبَيَّنَ ( لْ- ر ) قُلْ رَبِّ ( ذْ- ظ ) اِذْ ظَلَمُوْا
1.
Idghom Mutaqorribain
Dinamakan Idghom Mutaqorribain jika TSA sukun bertemu DZAL, QAF
sukun bertemu KAF, BA sukun bertemu MIM.
Contoh:
( ثْ- ذ ) يَلْهَثْ ذ لِكَ ( قْ- ك ) اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ ( بْ- م ) يبُنَيَّ ارْ كَبْ مَعَنَا
QALQALAH
Qalqalah artinya memantul. Huruf Qalqalah ada lima, antara lain:
ق ط ب ج د biasa disingkat dengan bunyi قَطْبُ جَدٍّ
Contoh:
ق- يَقْرَ أُ ط- يَطْهَرُ ب- يَبْخَلُ ج- يَجْعَلُ د- يَدْ خُلُ
Qalqalah dibagi dua:
Contoh:
( ثْ- ذ ) يَلْهَثْ ذ لِكَ ( قْ- ك ) اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ ( بْ- م ) يبُنَيَّ ارْ كَبْ مَعَنَا
QALQALAH
Qalqalah artinya memantul. Huruf Qalqalah ada lima, antara lain:
ق ط ب ج د biasa disingkat dengan bunyi قَطْبُ جَدٍّ
Contoh:
ق- يَقْرَ أُ ط- يَطْهَرُ ب- يَبْخَلُ ج- يَجْعَلُ د- يَدْ خُلُ
Qalqalah dibagi dua:
1.
Qalqalah Sughra
Adalah: huruf Qalqalah yang matinya asli, sebagaimana contoh
diatas.
1.
Qalqalah Kubra
Adalah: huruf Qalqalah yang matinya disebabkan waqaf.
Contoh:
خَلَقَ dibaca خَلَقْ اَحَدٌ dibaca اَحَدْ
LAFADZ ALLAH
Hukum lafadz Allah dibagi dua, yaitu:
Contoh:
خَلَقَ dibaca خَلَقْ اَحَدٌ dibaca اَحَدْ
LAFADZ ALLAH
Hukum lafadz Allah dibagi dua, yaitu:
1.
Dibaca tafkhim, jika
lafadz Allah didahului harakat fathah atau dhummah.
Contoh:
وَاللهُ نَصْرُ اللهِ
وَاللهُ نَصْرُ اللهِ
1.
Dibaca tarqiq, jika
lafadz Allah didahului harakat kasroh.
Contoh:
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ ا لرَّ حِيْمِ
HURUF SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH
Huruf Syamsiyah dan huruf Qamariyah jumlahnya sama yaitu masing-masing ada 14 huruf.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ ا لرَّ حِيْمِ
HURUF SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH
Huruf Syamsiyah dan huruf Qamariyah jumlahnya sama yaitu masing-masing ada 14 huruf.
1.
Huruf Syamsiyah: jika ada ال bertemu dengan salah
satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 14, antara lain:
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh:
وَالتِّيْنِ اَلدُّ نْيَا وَالشَّمْسِ النِّعْمَةِ
الخ……
Contoh:
وَالتِّيْنِ اَلدُّ نْيَا وَالشَّمْسِ النِّعْمَةِ
الخ……
1.
Huruf Qamariyah: jika
ada ال bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 14,
antara lain:
ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ﻫ ء ي
Contoh:
اَلْجُمُعَةُ اَلْخَيْرُ اَلْفِيْلُ اَلْكَبِيْرُ
الخ……
IDZHAR WAJIB
Dinamakan Idzhar Wajib, jika ada Nun sukun atau Tanwin bertemu huruf YA atau WAWU dalam satu kalimat. Cara membacanya: terang atau jelas. Namun, didalam Al-Qur’an bacaan Idzhar Wajib ini hanya ada 4, yaitu:
اَلدُّ نْيَا بُنْيَانٌ صِنْوَانٌ قِنْوَانٌ
HUKUM RA’
Hukum Ro’ ada dua:
Contoh:
اَلْجُمُعَةُ اَلْخَيْرُ اَلْفِيْلُ اَلْكَبِيْرُ
الخ……
IDZHAR WAJIB
Dinamakan Idzhar Wajib, jika ada Nun sukun atau Tanwin bertemu huruf YA atau WAWU dalam satu kalimat. Cara membacanya: terang atau jelas. Namun, didalam Al-Qur’an bacaan Idzhar Wajib ini hanya ada 4, yaitu:
اَلدُّ نْيَا بُنْيَانٌ صِنْوَانٌ قِنْوَانٌ
HUKUM RA’
Hukum Ro’ ada dua:
1.
Ro’ yang dibaca Tafkhim
Ciri-ciri:
1.
Ro’ fathah, Ro’ fathah tanwin.
2.
Ro’ dhummah, Ro’ dhummah tanwin.
3.
Ro’ sukun didahului fathah atau dhummah.
4.
Ro’ sukun didahului kasrah ada hamzah washal.
5.
Ro’ sukun didahului kasrah bertemu huruf isti’la’.
Contoh:
a) رَ- رًا رَبَّنَا خَيْرًا
b) رُ- رٌ رُوَيْدًا كَبِيْرٌ
c) _َ _ُ _ْ اَرْ سَلَ قُرْ ا نٌ
d) _ِ ا رْ اَ مِرْ تَا بُوْا اِ رْ جِعُوْ ا
e) _ِ رْ – خ ص ض ط ظ غ ق مِرْ صَا دٌ قِرْ طَا سٌ
a) رَ- رًا رَبَّنَا خَيْرًا
b) رُ- رٌ رُوَيْدًا كَبِيْرٌ
c) _َ _ُ _ْ اَرْ سَلَ قُرْ ا نٌ
d) _ِ ا رْ اَ مِرْ تَا بُوْا اِ رْ جِعُوْ ا
e) _ِ رْ – خ ص ض ط ظ غ ق مِرْ صَا دٌ قِرْ طَا سٌ
1.
Ro’ yang dibaca Tarqiq
Ciri-ciri:
a) Ro’ kasrah, Ro’ kasrah tanwin.
b) Ro’ sukun didahului kasrah.
c) Ro’ hidup didahului Ya’ dibaca waqaf.
Contoh:
a) رِ- رٍ رِجْسٌ خُسْرٍ
b) _ِ رْ فِرْ عَوْ نَ فَكَبِّرْ
c) _َِ ي ُِ ر ٌٍ خَيْرٌ بَصِيْرٍ
HUKUM MAD
Hukum Mad dibagi dua:
a) Ro’ kasrah, Ro’ kasrah tanwin.
b) Ro’ sukun didahului kasrah.
c) Ro’ hidup didahului Ya’ dibaca waqaf.
Contoh:
a) رِ- رٍ رِجْسٌ خُسْرٍ
b) _ِ رْ فِرْ عَوْ نَ فَكَبِّرْ
c) _َِ ي ُِ ر ٌٍ خَيْرٌ بَصِيْرٍ
HUKUM MAD
Hukum Mad dibagi dua:
1.
Mad Thabii
Yang dinamakan dengan mad Thabi’i, adalah: jika fathah diikuti
ALIF, kasrah diikuti YA, dhummah diikuti WAWU. Panjang bacaannya: satu alif
(dua harakat)
Contoh:
دَا – دِيْ – دُوْ نُوْ حِيْهَا
Contoh:
دَا – دِيْ – دُوْ نُوْ حِيْهَا
1.
Mad Far’i
Mad Far’i dibagi menjadi 13, antara lain:
1.
Mad wajib muttashil
ialah: Mad Thabii bertemu hamzah dalam satu kalimat. panjang
bacaannya: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
جَاءَ لِقَاءَ نَا نِدَاءً
Contoh:
جَاءَ لِقَاءَ نَا نِدَاءً
1.
Mad jaiz munfashil
ialah: Mad Thabii bertemu hamzah (bentuknya huruf
alif) di lain kalimat. Panjang bacaannya: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
Contoh:
اِنَّا اَعْطَيْنَا اِنَّا اَ نْزَلْنَا
1.
Mad ‘aridh lissukun
ialah: Mad Thabii bertemu huruf hidup dibaca waqaf.
Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
Contoh:
اَبُوْكَ = اَبُوْكْ عِقَا بِ = عِقَا بْ
1.
Mad ‘iwadh
ialah: jika ada fathah tanwin yang dibaca waqaf, selain
TA’ marbuthah. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
Contoh:
عَلِيْمًا = عَلِيْمَا
1.
Mad shilah
ialah: setiap dhomir HU dan HI apabila didahului huruf hidup.
Mad shilah dibagi dua, yaitu: Mad shilah qashirah dan Mad shilah thawilah. Yang
dinamakan Mad shilah thawilah, adalah Mad shilah qashirah bertemu huruf hamzah
(bentuknya alif).
Panjang bacaan Mad shilah qashirah: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
لَه‘- بِه
Panjang bacaan Mad shilah thawilah: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
اَنَّ مَا لَه اَخْلَدَه
Panjang bacaan Mad shilah qashirah: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
لَه‘- بِه
Panjang bacaan Mad shilah thawilah: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
اَنَّ مَا لَه اَخْلَدَه
1.
Mad badal
ialah: setiap Aa, Ii, Uu yang dibaca panjang.
Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
Contoh:
امَنُوْا
اِيْتُوْ نِيْ
اُوْ تِيَ
1.
Mad tamkin
ialah: YA kasrah bertasydid bertemu YA sukun. Panjang
bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
Contoh:
اُمِّيِّيْنَ
حُيِّيْتُمْ
نَبِيِّنَ
1.
Mad lin
ialah: fathah diikuti WAWU atau YA sukun bertemu huruf
hidup dibaca waqaf. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
Contoh:
خَوْ فٌ = خَوْفْ
اِلَيْهِ = اِلَيْهْ
1.
Mad lazim mutsaqqal kalimi
ialah: Mad Thabii bertemu tasydid. Panjang bacaannya: 3 alif (6
harakat).
Contoh:
Contoh:
وَ لاَ الضَا لِّيْنَ
1.
Mad lazim mukhaffaf kalimi
ialah: Mad badal bertemu sukun. Panjang bacaannya: 3 alif (6
harakat).
Contoh:
Contoh:
ا لاْنَ
1.
Mad lazim musyabba’ harfi
ialah: huruf hijaiyyah yang dibaca panjangnya 3 alif (6
harakat). Jumlah hurufnya ada 8, yaitu:
ن ق ص ع س ل ك
م
Contoh:
ن
ق ص ا لمّ ا لمّص
1.
Mad lazim mukhaffaf harfi
ialah: huruf hijaiyyah yang dibaca panjangnya 1 alif (2
harakat). Jumlah hurufnya ada 5, yaitu:
ح ي ط ﻫ ر
Contoh:
طه
يس
عسق
كهيعص ا لمّر
1.
Mad farq
ialah: Mad badal bertemu tasydid. Panjang bacaannya: 3 alif (6
harakat).
Contoh:
قُلْ اْلا للهُ
Contoh:
قُلْ اْلا للهُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar