TUGAS DARI BAPAK PROF.DR. ZAINUDDIN
S.NAINGGOLAN, MA
FILSAFAT ILMU
Nomor
1
|
Pertanyaan
:Apa dan bagaimana definisi, objek
kajian dan Aliran Metafisika Ontologi ? Jelaskan dengan analisa, kritik,
contoh, dan sistematis Islami yang ilmiah.
|
Jawaban Dari Pertanyaan Pertama
1. Definisi Ontologi.
Ontologi adalah bagian
metafisika yang mempersoalkan tentang hal-hal yang berkenaan dengan segala
sesuatu yang ada atau the existence, khususnya
esensinya atau hakikatnya. Menurut
Aristoteles, Ontologi adalah the
first of philosophy dan merupakan ilmu mengenai esensi benda.
Maka dapat disimpulkan, bahwa Ontologi adalah membahas atau mempermasalahkan hakikat-hakikat semua yang ada, baik abstrak maupun riil.
2. Objek Kajian Ontologi.
Ilmu filsafat memiliki obyek material
dan obyek formal.
OBJEK
MATERIAL
|
OBJEK
FORMAL
|
·
Pengetahuan
itu sendiri
|
·
Cara
pendekatan yang dipakai atas objek material,
|
Objek material adalah yang dipelajari oleh ilmu itu yakni
pengetahuan ilmiah (scientific knowledge)
pengetahuan yang telah di susun secara sistematis yang dipelajari dan dikupas
sebagai bahan (materi) pembicaraan.
Obyek formal adalah cara pendekatan
yang dipakai atas obyek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau
mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. Jika cara pendekatan itu logis, konsisten dan efisien,
maka dihasilkanlah sistem filsafat ilmu.
3. Aliran Metafisika Ontologi
a.
Materialisme.
Dari segi
bahasa, materi berarti benda atau segala yang dapat di indera dan dapat
digabungkan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, seperti pasir dicampur air
dan semen untuk menghasilkan adukan bahan perekat dalam membuat tembok.
Secara
filsafat, aliran ini berpendapat bahwa hakikat benda adalah materi benda itu
sendiri, dan satu-satunya kenyataan dan hakikat. Adapun segala sesuatu selain
materi, baik itu ruh, jiwa, spirit atau apapun namanya, itu muncul sebagai
reaksi atau akibat dari keberadaan materi. Maka materi dihukumi abadi. Terkait
hal ini, Karl Marx berpendapat bahwa alam adalah fundamental reality atau hakikat
sebenarnya. Ia berpendapat bahwa bendalah yang berwujud lebih dahulu. Faham
inilah yang digunakan sebagai pandangan hidup oleh Komunis.
b.
Idealisme.
Dari segi bahasa, idea berarti rancangan pemikiran dan
gagasan yang ada dalam fikiran. Dan dalam tinjauan filsafat, idealisme
berpandangan bahwa idea adalah unsur pokok dan hakikat dari segala yang ada.
Atau dapat dikatakan bahwa idea adalah hakikat yang sesungguhnya yang berada
dibalik semua yang ada, baik yang bersifat materi seperti bendawi maupun
nilai-nilai keyakinan dan moralitas seperti prinsip, kasih sayang, dan lain
sebagainya. Idealisme berpandangan bahwa alam semesta ini semu, walaupun terlihat
riil, tetapi wujudnya adalah merupakan pancaran dari idea.
Dari kedua isme di atas, satu sama
lain saling bertolak belakang, dan bahkan Karl Marx berpendapat bahwa manusia
hanya ada pada dua pilihan tersebut, yakni idealisme sebagai sumber kebodohan,
seperti agama, dogma atau perasaan, karena itulah yang menutup reality atau
kenyataan, atau manusia memilih materialisme sebagai sumber realitas ilmu
pengetahuan.
Sedangkan dalam perspektif Islam, seluruh alam raya ini riil
ada dan tidak dengan sendirinya ada, melainkan ada yang menciptkan, yaitu Sang
Maha Pencipta, berdasar pada logika sehat, yang tidak mungkin keteraturan,
kerapihan dan keindahan yang sangat dari semua yang ada ini terjadi begitu saja
tanpa ada yang Maha Mencipta dan Maha Mengatur ciptaannya dengan begitu indah.
Logika pun akan menentang semisal dalam kasus pembuatan adonan roti yang
dibiarkan begitu saja ditaruh di atas agar jatuh kebawah tanpa diatur dan
dikondisikan, hanya alamiah tanpa aturan takaran dan ukuran, terlebih sentuhan
keindahan. Jangankan seperti itu, ditakarpun kalau tidak cermat bisa-bisa akan
berantakan, baik bentuk, rasa, ataupun keindahannya. Dalam Islam, alam raya ini
adalah ada karena kehendak ALLOH Sang Maha Pencipta. Surah Yaasin Ayat 82
Artinya :
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata
kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.
Kata Kun
Fayakun juga terdapat pada Surah An-Nahal 40, Surah Maryam 35, Surah Ghaafir
68. Dan adapun makna kata Kun Fayakun adalah bahwa sesungguhnya Allah SWT jika
menginginkan keberadaan sesuatu yang berkaitan dengan kehendak-Nya, dan
terjadilah dengan proses, dan proses tersebut pun adalah kehendak ALLOH, itulah
Sunnatulloh.
Islam sependapat dengan
materialism dalam pengertian bahwa alam semesta ini ada secara nyata dan bukan
banyangan ataupun tolok ukur keberhasilan hidup. Akan tetapi Islam menolak pandangan
materialisme yang menganggap bahwa materi adalah sumber dasar hakikat dari
semua yang ada, dan juga menolak pandangan bahwa materi itu abadi dan tidak
diciptakan yang pada akhirnya mengingkari adanya Tuhan Sang Maha Pencipta yang
Maha Mencipta dan Maha Mengatur semua yang ada.
Islampun sependapat dengan
pandangan idealisme yang beranggapan bahwa idea itu nyata, serta setuju akan
pandangannya bahwa ukuran keberhasilan hidup dan segala yang ada adalah
ciptaan. Akan tetapi Islam menolak pandangan idealisme bahwa segala yang ada
merupakan ciptaan idea, dan ini adalah musyrik. Juga menentang pandangannya
bahwa alam ini bayangan dari idea, sehingga mereka
beranggapan bahwa idea adalah satu-satunya kenyataan dan ukuran keberhasilan
hidup seseorang atau negara.
Pandangan
Islam, bahwa idea dan materi adalah dua hal yang saling berhubungan, dan
keduanya adalah relative, dan yang terpenting adalah keduanya itu makhluq. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah : 117
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (١١٧)
Artinya :
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan)
sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu
jadilah ia.
Nomor
2
|
Pertanyaan : Apa pengertian,
ruang lingkup dan aliran-aliran Epistemologi serta apa pengaruhnya terhadap
peradaban / kehidupan ? Sebutkan dan jelaskan dengan analisa, kritik, dan
contohnya untuk apa dan mengapa demikian ?
|
Jawaban dari pertanyaan kedua :
1. Istilah epistemologi berasal dari kata
bahasa Yunani ‘episteme’ yang artinya pengetahuan, dan ‘logos’ yang artinya
teori. Jadi epistemologi dapat didefinisikan sebagai dimensi filsafat yang
mempelajari asal mula, sumber, manfaat dan sahihnya pengetahuan.
Epistemilogi sering disebut dengan metolodogi ilmiah dan theory of
knowledge atau teori pengetahuan. Epistemologi membawa kita pada bagaimana
cara mempelajari dan mengembangkan ilmu, bagaimana metodenya, bagaimana
teori atau ilmunya sampai mendapat kebenaran yang nyata suatu objek.Dengan demikian, metode ilmiah merupakan
penentu layak tidaknya pengetahuan menjadi ilmu, sehingga memiliki fungsi yang
sangat penting dalam bangunan ilmu pengetahuan. Metode ilmiah telah dijadikan
pedoman dalam menyusun, membangun dan mengembangkan pengetahuan ilmu.
Metode yang
digunakan adalah : Observasi, Trial and Error, Eksperimen,
Statistik, Sampling, dan Berpikir Reflective (a. adanya kesadaran kepada sesuatu masalah b. data yang diperoleh dan
relevan yang harus dikumpulkan, c. data yang terorganisasi, d. formulasi hipotesis, e. deduksi
hipotesis, f. deduksi harus berasal dari hipotesis, dan g. pembuktian kebenaran
verifikasi.
Sedangkan
teori untuk menguji kebenarannya adalah dengan menggunakan :
1.
Teori
Koherensi / Konsistensi (The Consistence/Coherence Theory of Truth):
a. Kebenaran ialah kesesuaian antara suatu
pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih lebih dahulu
diketahui, diterima dan diakui sebagai benar.
b. Suatu putusan
dianggap benar apabila mendapat penyaksian (pembenaran) oleh putusan-putusan
lainnya yang terdahulu yang sudah diketahui,diterima dan diakui benarnya.
Contoh: “Semua manusia akan mati. Si Fulan
adalah seorang manusia. Si Fulan pasti akan mati.” “Sukarno adalah ayahanda
Megawati. Sukarno mempunyai puteri. Megawati adalah puteri Sukarno”. Teori ini dianut oleh mazhab idealisme. Penggagas
teori ini adalah Plato dan Aristoteles.
2.
Teori
Korespondensi (The Correspondence Theory of Thruth):
Kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan
tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu itu sendiri.Contoh: “Ibu kota Republik
Indonesia adalah Jakarta”.Penganut teori ini adalah mazhab
realisme dan materialisme.
3.
Teori
Pragmatis (The Pragmatic Theory of Truth):
“Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan
kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan
praktis”; dengan kata lain, “suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu
mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia”. Kata kunci teori ini adalah
: kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability), akibat atau pengaruhnya
yang memuaskan (satisfactory consequencies). Pencetus teori ini adalah Charles S. Pierce
(1839-1914) dan William James.
Kritik: betapa kabur dan samarnya pengertian berguna (usefull) itu.
Kritik: betapa kabur dan samarnya pengertian berguna (usefull) itu.
2.
Ruang
lingkup epistemologi, meliputi : 1. hakekat, 2. sumber dan 3. validitas
pengetahuan. Sehingga
kajiannya adalah apa pengetahuan itu?, apa yang merupakan
asal mula pengetahuan?, bagaimana cara kita mengetahui bila kita ingin memiliki
pengetahuan?, bagaimana cara kita membedakan antara pengetahuan dan pendapat?,
apakah yang merupakan bentuk pengetahuan?, apakah corak-corak pengetahuan yang
ada?, apakah kebenaran dan kesesatan?, apakah kesalahan? Maka dengan
Epistemologi inilah pengetahuan dapat dihasilkan dengan melalui proses dalam
segala usaha untuk memperoleh terori pengetahuan tersebut. Dengan demikian, muncul teori-teori baru
yang secara signifikan mempengaruhi corak peradaban kehidupan manusia dari
zaman ke zaman hingga akhir zaman. Akibatnya adalah terciptanya peradaban dunia
baru yang lebih maju dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan sendi-sendi
kehidupan ummat manusia dalam bermasyarakat dan bernegara, yang semuanya itu
dapat diupayakan melalui peran epistemology ilmu pengetahuan.
Yang menjadi
sumber dasar dari meraih kebenaran dalam epistemology adalah metodologinya
untuk menghasilkan teori, yang hanya mendasarkan pada pengetahuan kebenaran
berdasarkan sunnatulloh yang tidak tertulis, baik materi maupun ide. Dalam
perspektif Islam, sumber ilmu pengetahuan adalah sunnatulloh yang tertulis
yaitu Al-Qur’an atas mensoroti sunnatulloh yang tidak tertulis yaitu alam raya
dan kehidupannya. Dan ternyata dari apa yang diinformasikan oleh ALLOH SWT
dalam Al-Qur’an, seiring denga kemajuan IPTEK justru makin membuktikan bahwa
fakta-fakta ilmiah yang baru ditemukan itu ternyata sejalan dengan apa yang
diinformasikan oleh ALLOH dalam Al-Qur’an. Contoh dalam bidang kelautan
ditemukan adanya air tawar di tengah lautan, dan ternyata jauh sebelum
ditemukannya fakta tersebut, 14 abad yang lalu Al-Qur’an telah
menginformasikannya. Contoh lain adalah ditemukannya mummi Fir’aun dalam
keadaan utuh, dan ternyata Al-Qur’an pun telah menginformasikannya. Contoh
lain, api itu panas dan membakar. Sedang sejarah kehidupan manusia membuktikan
bahwa kobaran api yang sangat hebat membakar Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrohim
tidak terbakar dan tidak menyiksanya sedikitpun. Kenapa demikian ? Api tunduk
dengan Sunnatulloh, karenanya ia membakar, dan api pun tunduk pada kehendak
ALLOH, sehingga ketika diperintahkan untuk sejuk dan menyelamatkan, api pun
tunduk kepada kehendak ALLOH sebagai Sang Pencipta.
Maka,
sehebat apapun epistemology dengan metodologi perumusan teorinya dalam menguji
dan mengkaji, jika terlepas dari Al-Qur’an, maka tidak akan mengalami masa
kegelapan dan kebingungan yang cukup lama, karena Al-Qur’an kebenarannya
bersifat mutlak, sedangkan teori yang dibangun tanpa Al-Qur’an bersifat nisbi.
Nomor
3
|
Pertanyaan : Bagaimana Filsafat
Ilmu memajukan ilmu dan nilai akhlak yang pada tataran Ontologi, Epistemologi
dan Aksiologi ? Jelaskan mengapa demikian secara sistematis dengan analisa,
kritik, contoh, fakta yang rasional atau ilmiah !
|
Jawaban Pertanyaan Ketiga :
1. Pada
tataran Ontologi, cara Filsafat Ilmu memajukan ilmu dan nilai akhlak adalah
dengan meninjau kembali pada sisi ontologi dari ilmu pengetahuan yang ada yang
menjadi objek dari Filsafat Ilmu. Ontologi
ini pantas dipelajari bagi orang yang ingin memahami secara menyeluruh tentang
dunia ini dan berguna bagi studi ilmu-ilmu empiris, misalnya antropologi, sosiologi, ilmu kedokteran, ilmu budaya, fisika, ilmu
teknik dan sebagainya. Ilmu kedokteran misalkan, mengatakan bahwa hakikat dari
hidup sehat itu adalah pola hidup yang bersih, teratur dan seimbang, empat
sehat lima sempurna. Maka darinya dikembangkanlah pemahaman tentang cara hidup
sehat. Dan pola hidup sehat itu ternyata adalah prilaku akhlaq yang baik,
karena sejalan dengan ajaran agama Islam, yaitu “annadzhofatu minal iman”,
kebersihan adalah bagian dari iman. Maka nilai akhlak terpuji pun muncul.
2. Pada
tataran Epistemologi, cara Filsafat Ilmu memajukan ilmu pengetahuan dan nilai
akhlak, adalah dari sisi pengkajian teori dan metodologinya. Ini dibuktikan
dengan hadirnya Filsafat Ilmu, maka berlangsunglah secara terus-menerus kajian
ilmiah dalam berbagai aspek disiplin ilmu telah menghasilkan kemajuan IPTEK.
Dalam akhlakul karimah, Filsafat Ilmu dalam tataran epistemologi dapat
memberikan kontribusi yang signifikan terhapad akhlaqul karimah melalui kajian
ilmiah terhadap sosiologi dan psikologi, darinya menangkap gejala apa yang
terjadi pada terutama pergaulan gerenasi muda sekarang. Tinjauan ini harus
dilakukan untuk misalkan menghasilkan metodologi dan teori baru, atau
mengkuatkan teori lama, dan lain sebagainya, sebagai bahan pokok bagi metodologi
da’wah kepada generasi muda. Kenapa dengan anak muda yang pergaulannya
“kebablasan”? dari sisi sosiologinya misalkan kurang terjalinya hubungan baik
dalam internal keluarga. Maka kontribusi bagi metodologi da’wah adalah melalui
Pendidikan Agama Islam, guru atau juru da’wah mengajarkan bagaimana pentingnya
membangun harmonisasi dan hubungan baik dan komunikasi yang baik dalam rumah
tangga, dengan materi keluarga sakinah, juga sikap terbuka dan sikap lebih
akrab seperti teman dalam komunikasi antara anak dan orang tua, dengan materi
tasamuh dan musyawarah, sehingga anak dapat lebih mencurahkan “unek-unek”nya
kepada orang tua ketimbang kepada teman “sosmed”nya, dan lain sebagainya.
Nomor
4
|
Pertanyaan : Apa dan
bagaimana kedudukan dan hubungan antara ilmu, Filsafat dan Islam ditinjau
dari berbagai disiplin ilmu. Jelaskan secara sistematis dengan analisis,
kritik, contoh fakta, data, rational, empiris, universal, objektif, atau
ilmiah !
|
Jawaban nomor empat.
1. Kedudukan ilmu dalam berbagai disiplin ilmu. Kedudukannya sebagai inti dari
nilai kebenaran yang ingin disampaikan pada masing-masing ilmu. Dan ilmu itu
sendiri dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Sebagaimana statusnya
sebagai alat, maka kedudukan ilmu itu bisa membawa kebaikan atau bisa juga
kerusakan, tergantung pada cara memfungsikan ilmu itu sendiri.
2. Kedudukan filsafat dalam berbagai disiplin ilmu. Filsafat kedudukannya
sebagai metodologi utama untuk mendapatkan serangkaian kebenaran yang hakiki
dan yang sesungguhnya. Hal itu dikarenakan sifat dari pada filsafat itu sendiri
sebagai cara berfikir yang sistematis, analitis, radikal, netral dan universal
dalam mensoroti segala sesuatu yang menjadi objeknya. Sehingga dari filsafat
itulah segala sesuatu yang dicari, baik hakikat, kebenaran, fungsi, metodologi,
dan kegunaannya dapat dihasilkan.
3. Kedudukan Islam dalam
berbagai disiplin ilmu. Islam dalam perspektif berbagai disiplin ilmu adalah
sebuah agama yang sangat ilmiah dan kaya dengan nilai-nilai kebajikan dan
kebenaran yang dapat diuji dari berbagai sudut pandang keilmuan apapun.
Sebagai contoh,
dari perspektif ilmu sosial, sejarah, arkeologi, dan kedokteran sama-sama telah
membuktikan keilmiahan dan keotentikan Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam,
yaitu hanya pada satu peristiwa saja,
yaitu tentang Fir’aun.
Al-Qur’an menjelaskan hikayat kehidupannya sebagai seorang raja yang sombong
dan mengaku sebagai Tuhan, ia pun memusuhi Nabi Musa sebagai Rosul kepadanya
dan seluruh umat ketika itu. Dan akibat kesombongannya, dan akhir dari
permusuhannya, ia mengejar Nabi Musa dan Bani Israil ketika itu setelah
terbelahnya laut sebagai mu’jizat Nabi Musa. Dan Fir’aun pun ditenggelamkan ALLOH bersama seluruh pasukannya.
Akan tetapi, ALLOH “mengabadikan” jasad Fir’aun sebagai bukti kebesaran ALLOH
dan tanda bagi orang yang berakal.
Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay
mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah
ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya
jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. Ini merupakan pertanda kebesaran
Allah Subhanahu wa ta’ala saat berfirman yang artinya : “Maka pada hari ini
Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang
yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari
tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS.Yunus:92]
Penelitian medis terhadap mumi
Mineptah membeberkan kepada kita informasi-informasi berguna lainnya mengenai
dugaan sebab kematian Fir’aun ini. Penelitian yang dilakukannya berjalan legal
karena dibantu direktur laboratorium satelit di Paris, Ceccaldi dan prof.
Durigan. Objek penelitian dititik beratkan pada salah satu orang di tengkorak
kepala. Mengenai hasilnya, Dr Bukay mengungkapkan, “Dari situ diketahui, bahwa
semua penelitian itu sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam kitab-kitab
suci yang menyiratkan Fir’aun tewas ketika digulung gelombang…”
Professor Maurice Bucaille adalah
seorang dokter ahli bedah terkemuka di dunia yang berasal dari Prancis. Setelah
ia ditunjuk menjadi ketua tim peneliti mumi Fir’aun, ia memperoleh hasil
penelitiannya; bahwa terdapat bekas garam yang menempel pada mayat mumi,
sehingga dapat ia jadikan sebuah bukti yang nyata bahwa Fir’aun mati karena
tenggelam dan mayatnya dapat di selamatkan, kemudian diawetkan pada saat
kejadian. Dalam pidatonya di sebuah seminar kedokteran di Arab Saudi yang
dihadiri oleh para pakar bedah Muslim, Professor Maurice memulai pembicaraan
tentang hasil penyelidikannya bahwa jasad Fir’aun dapat diselamatkan setelah
tenggelam, kemudian salah seorang diantara pakar muslim berdiri dan membuka
serta membacakan mushaf pada Surat Yunus Ayat 92 yang artinya: “Pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat dijadikan
pelajaran bagi orang-orang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia
lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.”
Professor Maurice Bucaille
terheran-heran dengan penjelasan yang baru saja ia dengar, ia lalu beranjak
dari tempat duduknya dan dengan suara lantang ia berkata: “Pada hari ini; aku
menyatakan diri untuk memeluk agama Islam dan aku mengimani Al-Qur’an ini”. Ia pun
meninggalkan agama Katolik yang telah dianutnya bertahun-tahun, kemudian
menyatakan dirinya memeluk agama Islam. Subhanalloh. Kiranya ini menunjukkan bahwa itulah Islam,
sangat saintifik, dan itulah agama yang asli, sedang yang lain adalah palsu
belaka.
4. Hubungan Ilmu, filsafat dan Islam.
Hubungannya sangat erat sekali, yakni pada sama-sama menampilkan hakikat kebenaran
dengan sangat sistematis, dan saintifis pada masing yang tertuang pada
teorinya, metodologinya dan nilai-ajarannya. Ilmu sebagai kebenaran hasil dari
penelitian ilmiah dan filsafat sebagai konsep metodologi pencarian kebenaran
yang menghasilkan sebuah teori kebenaran, seringkali menunjukkan bukti bahwa
ternyata hasilnya sejalan dengan ajaran Islam, dimana Islam terbukti nyata
sebagai sumber kebenaran dan ilmu pengetahuan yang tak terbantahkan sepanjang
zaman. Sehingga dengan segala bukti dan fakta yang terus ada hasil kajian dan
penelitian ilmiah terbukti jelas bahwa Islamlah sebagai sumber rujukan ilmu
pengetahuan dan kebenaran.
Nomor
5
|
Pertanyaan : Segala sesuatu
yang ada, ada berapa ?
a. Apa
pengertian masing-masing dengan contoh-contohnya serta siapa dari padanya
yang jadi pencipta alam semesta.
b. ALLOH
Esa berapa macam Esa-Nya dan seterusnya apa akibat / tindak lanjut dari ALLOH
Esa perbuatan-Nya terhadap manusia dan agama ? jelaskan degan contoh, analisa
dan kritik yang ilmiah, mengapa demikian, dan seterusnya.
|
Jawaban nomor Lima.
1. Segala sesuatu yang ada. Segala sesuatu yang ada menurut
pemikiran filsafat ada tiga, yaitu : 1. Mumkin Wujud, 2.Mustahil Wujud, 3. Wajib Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya.
2. Mumkin Wujud.
Pengertiannya adalah : sesuatu yang mungkin adanya, atau
bisa jadi ada atau bisa
saja ada. Contohnya adalah manusia atau makhluk yang
lain, seperti pohon, dan lain sebagainya.
Analisa kenapa dikatakan Mumkin wujud : Dikatakan Mumkinul Wujud karena segala yang ada dari golongan
Mumkinul Wujud ini adalah bermula dari tidak ada (t.a), kemudian ada
(a), yang secara akal sehat pasti diakui bahwa keberadaanya tersebut sama
sekali tidak ia kehendaki dariawal, atau bukan karena kehendaknya sendiri,
tahu-tahu ia sadari bahwa ia ada dan hidup. Maka secara logika berfikir yang
sehat, bahwa status keberadaanya tersebut adalah bukan sumber, melainkan objek
dari sesuatu yang menjadi sumber. Dalam logika berfikir bebas, keberadaan
sesuatu yang ada pada golongan Mumkinul Wujud itu adalah objek dari yang
merencanakan, atau keberadaanya akibat dari sebuah rangkaian proses yang
menghantarkannya menjadi kemudian ada (a), sehingga siklusnya adalah,
bermula dari tidak ada (t.a), kemudian ada (a), kemudian menjadi
kembali tidak ada (k.t.a). Pada tahap ini (k.ta.) golongan sesuatu yang ada
dari golongan Mumkinul Wujud itu adalah ada yang berakhir pada tahap tersebut
(k.t.a) seperti pohon, bangunan, dan lain sebagainya, dan ada yang berlanjut pada
tahap ada terus (a.t) yaitu manusia. Ini dapat dibuktikan pada seseorang
yang pada tahap manusia yang besangkutan itu ada (a), ia melakukan sebuah
kebijakan atau kejahatan yang kuat, sehingga akibat dari perbuatannya tersebut menciptakan
akibat, atau meninggalkan sesuatu yang terus bermanfa’at, baik berupa kesan,
kenangan, hasil temuannya, hasil karyanya, ilmu pengetahuannya, teorinya, atau buah
pemikirannya, yang kesemuanya itu terus wujud sepanjang zaman, seperti ajaran syari’at
Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, padahal beliau telah meninggial,
tetapi ajarannya ada terus, atau teori yang menghasilkan sebuah teknologi terus
ada dan berkembang hingga akhir zaman. Atau dalam perspektif Islam, selain hal
tersebut adalah manusia ketika meninggal dunia, maka ia ada pada tahap k.t.a
pada jasadnya, tapi ruhnya ada terus(a.t).
Oleh karena itu, status Mumkinul Wujud yang
berawal dari tidak ada, kemudian ada, lalu tidak ada, lalu terpecah pada jasad
yang tidak ada dan ruh yang terus ada, maka sangat jelas bahwa Mumkinul Wujud
adalah produk yang keberadaanya tiada berdaya dalam mengharuskannya ada, maka
Mumkinul Wujud bukanlah Sang Maha Pencipta.
3. Mustahil Wujud.
Pengertiannya
: Mustahil Wujud adalah segala sesuatu yang tidak mungkin ada atau mustahil
ada. Ketidakmungkinan itu menurut akal contohnya seperti laki-laki hamil.
Analisa kenapa dikatakan Mustahil Wujud: Mustahil Wujud itu sejak dahulunya tidak ada(t.a) sekarang tidak
ada (t.a) dan seterusnya atau selamanya tidak ada (t.a). Mustahil
wujud dapat diartikan tidak mungkin dari sesuatu yang ada tersebut melakukan
atau menciptakan sesuatu yang diluar akal, seperti keberadaan laki-laki hamil,
atau gajah bertelur, sangatlah tidak mungkin dan mustahil menurut akal. Karena
itu, Mustahil wujud jelas posisinya tidak mungkin, karena tidak berdaya
melakukannya, maka Mustahil Wujud tidak mungkin mencipta. Karena tidak mungkin
dan tidak berdaya mencipta dan tercipta, maka Mustahil Wujud bukanlah Sang Maha
Pencipta.
4. Wajib Wujud Yang
Ada Dengan Sendirinya.
Pengertiannya : Wajibul Wujud Yang Ada Dengan
Sendirinya adalah Yang Maha Ada yang tiada bermula dari tidak ada. Dari dahulu ada
(a) sekarang ada (a) dan seterusnya ada (a).
Analisanya : Wajib Wujud Yang Ada Dengan
Sendirinya adalah sumber dari segala sumber yang ada, Yang Maha Kuasa yang
satu-satunya karena bermula dari ADA, tidak seperti Mumkinul Wujud dan Mustahil
Wujud yang bermula dari tidak ada (t.a). Dengan demikian dapat
dimengerti dengan sangat jelas, bahwa Wajibul Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya
tidak berlaku padanya hukum daur (siklus evolusi), tidak seperti Mustahil Wujud
dan Mumkinul Wujud yang berlaku padanya hukum daur atau siklus evolusi dari t.a
menjadi a lalu menjadi ta dan seterusnya seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya. Karena itulah wajib dikatakan bahwa Wajibul Wujud Yang Ada Dengan
Sendirinya itu adalah Sang Maha Pencipta, Sang Maha Kuasa, Yang Tiada Bermula,
dan Yang Tiada Berakhir, sumber dari segala sumber yang ada, yakni Tuhan
Semesta Raya ALLOH Subhaanahu wa Ta’aala.
5. Macam-macam Ke-Esaan
ALLOH : Ke-Esaan ALLOH ada 4 : 1. Esa Wujud-Nya 2.
Esa Dzat-Nya 3. Esa Sifat-Nya 4. Esa Perbuatan-Nya.
1). Esa Wujudnya : ALLOH
satu-satunya Wujud Yang Wajibul Wujud, tiada berbilang dan sumber dari segala
sumber, sebagaimana yang terkandung pada suroh Al-Ikhlash (112 :4). Oleh
karenanya mustahil ada dua Esa, ini tidak bisa dibenarkan oleh akal, karena
akan terjadi dualisme dalam segala halnya yang itu akan dipertanyakan
kekuasaannya jika ekisitensinya dua atau berbilang.
2). Esa Dzatnya : ALLOH
tunggal dalam Dzat dan tiada tersusun dari unsur-unsur / berunsur. Jika
berunsur maka mengindikasikan kelemahan pada unsur-unsur tersebut. Sedangkan
sifat lemah itu bertentangan dengan sifat ke-Maha Kuasaan ALLOH SWT. Akal pun
menentangnya. Jika dengan alasan kasih-Nyalah yang mengangkat unsur itu jadi
bagiannya pun maka akal juga menolaknya, seperti analogi seorang pembuat kursi,
dengan alasan kasihnya, ia mengangkat kursi itu bagian darinya sehingga ia
berunsur. Ini tidak bisa diterima dengan akal, karena Dzatnya berbeda dengan
unsur tersebut, tidak mungkin dan mustahil kursi tersebut dianggap anak sebagai
unsur dari sipembuat kursi..
3). Esa Sifat-Nya. Esa
disini adalah sama pada dasarnya, beda perinciannya (s.p.d.b.p). Ini
berpengertian bahwa semua sifat-sifat-Nya itu pada dasarnya adalah sama, dan
tiada pertentangan, yaitu ALLOH adalah Sang Maha Segala-galanya. Maha Kuasa
ALLOH menandakan KemahaEsaan ALLOH, karna tidak terbagi, kalau terbagi
keesaan-Nya mana bisa dikatakan Maha Kuasa, dan lain sebagainya. Karenanya
ALLOH Esa dalam Sifat-Nya, Sang Maha Esa itu Maha Segala-galanya.
4). Esa Perbuatan-Nya.
Esa perbuatan-Nya berarti perbuatan ALLOH atau sunnatulloh itu sama pada
dasarnya, beda perinciannya, sepanjang zaman, dan dimana saja
(s.p.d.b.p.s.z.d.s). Tegasnya, sunnatulloh itu bersifat universal, hanya saja
beda perinciannya. Berbeda dengan manusia, yang perbuatannya itu
bertahapkemampuan, dan berdampak hukum berbeda pula dalam kemampuan, seperti
dahulu membuat roda dan rangka membuat gerobak, kemudian setelah berproses
kemampuan, manusia pada akhirnya terus meningkat kemampuannya dan hukum dari
ciptakaryanya menjadi berteknologi canggih bahkan kendaraan tanpa awak. Ini
menandakan ketidak esaan dalam perbuatan manusia itu. Tidak dengan ALLOH. Ia
Sang Maha Esa dalam perbuatannya, dan hukum perbuatannya berlaku sepanjang
zaman, tidak mengenal tahapan kemampuna dari hukum yang diciptakan-Nya itu,
seperti hukum air, yang intinya adalah HO2.
Nomor
6
|
Pertanyaan :
a. Apa
sumber dari segala sumber kejahatan dan kerusakan ? Mengapa demikian, apa
alasannya ? Jelaskan dengan analisa dan contoh serta sebab akibat munculnya
Pancagila.
b.Apa
sumber dari segala sumber kebaikan dan akhlak mulia ? mengapa demikian, serta
penyebab munculnya 5 sebab akibat ummat manusia sejahtera ? Jelaskan secara
ilmiah.
|
Jawaban nomor Enam.
1. Sumber
dari segala sumber kejahatan dan kerusakan adalah syirik (menyekutukan ALLOH
dengan selain-Nya). Pengertian syirik yang sesungguhnya adalah menganggap atau
mengangkat atau mejadikan adanya Tuhan (Yang Maha Kuasa) selain ALLOH dalam
perilakunya, sehingga ia membiarkan dirinya dikuasai oleh keinginan (hawanafsu)
terhadap yang dipentingkan, maka Tuhannya adalah hawa nafsunya (Al-Furqon,
25:43) :
Terangkanlah kepadaku tentang orang
yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi
pemelihara atasnya?
Kalau sudah hawa nafsunya sebagai
Tuhannya, maka disinilah segala macam bentuk kerusakan dan kejahatan tercipta.
Manusia syirik adalah manusia yang mempertuhankan hawa nafsunya terhadap dunia,
yaitu harta, tahta dan wanita sebagai sumber dari hawa nafsu duniawi. Jika itu
terjadi, maka segala cara ia lakukan, tak peduli lagi halal dan haram, yang
penting semuanya ia dapatkan, walau harus mencuri, menindas, membunuh, dan lain
sebagainya. Disinilah logikanya bahwa sumber dari segala sumber kejahatan dan
kerusakan itu adalah syirik, yaitu menjadikan hawanafsunya sebagai Tuhannya,
yang ia pentingkan dari segalanya. Na’udzu billaahi min dzaalik.
Akibat
dari mempertuhankan hawanafsunya, maka munculah pancagila dalam tatanan
kehidupan masyarakat yaitu :
1. Syirik / mempertuhankan hawa nafsu
2.
Hukum tidak berdaya. Karena telah dikuasai hawa nafsu, maka segala cara ia
lakukan, hingga hukum yang sejatinya harus ditaati malah hukum itu sendiri yang
diperalat dan dipermainkan kekuatan uang hingga hukum tidak berdaya.
3. Penyimpangan
dimana-mana. Karena hukum yang sejatinya ditaati, karena sudah dibuat lumpuh
oleh uang hingga tidak berdaya, maka yang terjadi adalah penyimpangan dan
penyelewengan terjadi dimana-mana secara sistemik dan berjama’ah pula.
Astaghfirullohal ‘adzhiiim…
4.
Maksiat merajalela. Setelah terjadinya penyimpangan dan penyelewengan
dimana-mana, maka maksiatpun menjadi merajalela, bahkan dibisniskan, seperti
prostitusi yang beromzet triliuan rupiah pertahun di Indonesia. Astaghfirulloohal
‘adzhiiim.
5.
Umat manusia teraniaya. Saking sudah hancurnya tatanan hidup manusia hingga
keempat point tersebut maka dampaknya adalah umat manusia yang manusia yang
asli teraniaya oleh umat setan dari golongan manusia.
1. Sumber dari segala sumber kebaikan
dan akhlak mulia adalah tauhid sebagaimana yang tertuang dalam dua kalimah
syahadat. Alasanya tauhid adalah sumber dari segala sumber kebaikan dan akhlak
mulia adalah karena dengan bertauhid berarti yang dipentingkannya sedemikian
rupa dan membiarkan dirinya dikuasai hanya oleh ALLOH SWT, sehingga ia terbebas
dari Tuhan Palsu yaitu hawa nafsu (harta, tahta, wanita). Itulah penyebab dari
terciptanya 5 akibat manusia sejahtera :
1. Tauhid. Degan bertauhid ia akan
selalu dapat mengingat ALLOH sebagai kekasih tercinta, karena ALLOH telah
menjadi yang telah ia lebih dipentingkan sedemikian rupa dari segalanya.
2. Hukum dijalankan dengan ikhlas.
Karena ALLOH telah menjadi yang paling dia ingat dan dia cintai sedemikian
rupa, maka apapun yang menjadi hukum syari’at akan dijalankan dengan ikhlas,
tanpa terasa berat ataupun beban, justru sebaliknya akan makin terasa
bahagianya, karena ia sedang dalam ridho-Nya.
3. Rencana dan Program berjalan
sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan keikhlasannya tersebut, sehingga
semuanya akan terasa membahagiakan.
4. Kebaikan terwujud dalam kenyataan
hidup. Hal ini adalah dampat dari rencana dan program yang telah berjalan
sebagaimana mestinya. Jika program tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka
kebaikanpun tidak akan terwujud nyata dalam kehidupan, hanya sekedar slogan
belaka atau fatamorgana.
5. Ummat manusia sejahtera, disebabkan
telah terwujudnya kebaikan tersebut.
Nomor
7
|
Pertanyaan :
a. Berapa
macam pandangan hidup. Sebutkan dan jelaskan ciri-cirinya.
b.Jelaskan
pandangan hidup Muslim. Apa pengertian, faktor-faktornya, sebutkan dan
jelaskan serta hubungannya dengan persatuan umat Islam.
|
Jawaban nomor Tujuh.
1. Pandangan
hidup Muslim itu ada 3 : 1. Al-Qur’an, 2. Sunnah Rosul dan 3. Ijtihad
2. Pandangan
hidup Muslim adalah pandangan Muslimin dengan berkacamata Al-Qur’an, Sunnah
Rosul dan Ijtiha, yang setia terhadap Islam dalam masalah asasi hidup manusia.
3.
Faktor-faktor
Pandangan Hidup Muslim ada delapan, yaitu :
1). Dasar
Hidup Muslim : Sunnatulloh (ayat Qur’aniyah dan Kauniyah), Sunnah Rosul, dan
ijtihad.
2). Tujuan
Hidup Muslim : Vertikal, yaitu Rodhiyatan Mardhiyyah, dan horizontal,
yaitu Rohmatan lil’aalamiiin.
3). Cara Mencapai Tujuan Hidup : dengan jalan
ibadah.
4). Alat hidup Muslim / alat perjuangan Muslim:
Harta dan diri.
5). Fungsi
hidup Muslim : Kholifah ALLOH di muka bumi.
6). Teladan
Hidup Muslim : Meneladani Rosululloh SAW.
7. Teman
hidup Muslim : Teman seiman dan seperjuangan.
8. Lawan
hidup Muslim : Setan dan “gundik-gundik”nya.
4.
Hubungannya dengan persatuan umat Islam adalah faktor-faktor tersebut adalah
sebagai pemersatu umat agar tidak terpecahbelah gara-gara hal yang tidak
prinsipil. Dengan menyatukan pandangan hidup muslim, maka semangat rohmatan
lil’alamin Insya ALLOH tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar