Senin, 07 November 2016

Filsafat Ilmu

TUGAS DARI BAPAK PROF.DR. ZAINUDDIN S.NAINGGOLAN, MA
FILSAFAT ILMU
Nomor
1
Pertanyaan :Apa  dan bagaimana definisi, objek kajian dan Aliran Metafisika Ontologi ? Jelaskan dengan analisa, kritik, contoh, dan sistematis Islami yang ilmiah.

Jawaban Dari Pertanyaan Pertama
1. Definisi Ontologi.
Ontologi adalah bagian metafisika yang mempersoalkan tentang hal-hal yang berkenaan dengan segala sesuatu yang ada atau the existence, khususnya esensinya atau hakikatnya. Menurut Aristoteles, Ontologi adalah the first of philosophy dan merupakan ilmu mengenai esensi benda.
Maka dapat disimpulkan, bahwa Ontologi adalah membahas atau mempermasalahkan hakikat-hakikat semua yang ada, baik abstrak maupun riil.

2. Objek Kajian Ontologi.
Ilmu filsafat memiliki obyek material dan obyek formal. 
OBJEK MATERIAL
OBJEK FORMAL
·         Pengetahuan itu sendiri
·         Cara pendekatan yang dipakai atas objek material,
Objek material adalah yang dipelajari oleh ilmu itu yakni pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) pengetahuan yang telah di susun secara sistematis yang dipelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan.
Obyek formal adalah cara pendekatan yang dipakai atas obyek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. Jika cara pendekatan itu logis, konsisten dan efisien, maka dihasilkanlah sistem filsafat ilmu.
3. Aliran Metafisika Ontologi
a.      Materialisme.
Dari segi bahasa, materi berarti benda atau segala yang dapat di indera dan dapat digabungkan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, seperti pasir dicampur air dan semen untuk menghasilkan adukan bahan perekat dalam membuat tembok.
Secara filsafat, aliran ini berpendapat bahwa hakikat benda adalah materi benda itu sendiri, dan satu-satunya kenyataan dan hakikat. Adapun segala sesuatu selain materi, baik itu ruh, jiwa, spirit atau apapun namanya, itu muncul sebagai reaksi atau akibat dari keberadaan materi. Maka materi dihukumi abadi. Terkait hal ini, Karl Marx berpendapat bahwa alam adalah  fundamental reality atau hakikat sebenarnya. Ia berpendapat bahwa bendalah yang berwujud lebih dahulu. Faham inilah yang digunakan sebagai pandangan hidup oleh Komunis.
b.      Idealisme.
Dari segi bahasa, idea berarti rancangan pemikiran dan gagasan yang ada dalam fikiran. Dan dalam tinjauan filsafat, idealisme berpandangan bahwa idea adalah unsur pokok dan hakikat dari segala yang ada. Atau dapat dikatakan bahwa idea adalah hakikat yang sesungguhnya yang berada dibalik semua yang ada, baik yang bersifat materi seperti bendawi maupun nilai-nilai keyakinan dan moralitas seperti prinsip, kasih sayang, dan lain sebagainya. Idealisme berpandangan bahwa alam semesta ini semu, walaupun terlihat riil, tetapi wujudnya adalah merupakan pancaran dari idea.
              Dari kedua isme di atas, satu sama lain saling bertolak belakang, dan bahkan Karl Marx berpendapat bahwa manusia hanya ada pada dua pilihan tersebut, yakni idealisme sebagai sumber kebodohan, seperti agama, dogma atau perasaan, karena itulah yang menutup reality atau kenyataan, atau manusia memilih materialisme sebagai sumber realitas ilmu pengetahuan.
Sedangkan dalam perspektif Islam, seluruh alam raya ini riil ada dan tidak dengan sendirinya ada, melainkan ada yang menciptkan, yaitu Sang Maha Pencipta, berdasar pada logika sehat, yang tidak mungkin keteraturan, kerapihan dan keindahan yang sangat dari semua yang ada ini terjadi begitu saja tanpa ada yang Maha Mencipta dan Maha Mengatur ciptaannya dengan begitu indah. Logika pun akan menentang semisal dalam kasus pembuatan adonan roti yang dibiarkan begitu saja ditaruh di atas agar jatuh kebawah tanpa diatur dan dikondisikan, hanya alamiah tanpa aturan takaran dan ukuran, terlebih sentuhan keindahan. Jangankan seperti itu, ditakarpun kalau tidak cermat bisa-bisa akan berantakan, baik bentuk, rasa, ataupun keindahannya. Dalam Islam, alam raya ini adalah ada karena kehendak ALLOH Sang Maha Pencipta. Surah Yaasin Ayat 82 
Artinya : Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.
Kata Kun Fayakun juga terdapat pada Surah An-Nahal 40, Surah Maryam 35, Surah Ghaafir 68. Dan adapun makna kata Kun Fayakun adalah bahwa sesungguhnya Allah SWT jika menginginkan keberadaan sesuatu yang berkaitan dengan kehendak-Nya, dan terjadilah dengan proses, dan proses tersebut pun adalah kehendak ALLOH, itulah Sunnatulloh.
              Islam sependapat dengan materialism dalam pengertian bahwa alam semesta ini ada secara nyata dan bukan banyangan ataupun tolok ukur keberhasilan hidup. Akan tetapi Islam menolak pandangan materialisme yang menganggap bahwa materi adalah sumber dasar hakikat dari semua yang ada, dan juga menolak pandangan bahwa materi itu abadi dan tidak diciptakan yang pada akhirnya mengingkari adanya Tuhan Sang Maha Pencipta yang Maha Mencipta dan Maha Mengatur semua yang ada.
              Islampun sependapat dengan pandangan idealisme yang beranggapan bahwa idea itu nyata, serta setuju akan pandangannya bahwa ukuran keberhasilan hidup dan segala yang ada adalah ciptaan. Akan tetapi Islam menolak pandangan idealisme bahwa segala yang ada merupakan ciptaan idea, dan ini adalah musyrik. Juga menentang pandangannya bahwa alam ini bayangan dari idea, sehingga mereka beranggapan bahwa idea adalah satu-satunya kenyataan dan ukuran keberhasilan hidup seseorang atau negara.
  Pandangan Islam, bahwa idea dan materi adalah dua hal yang saling berhubungan, dan keduanya adalah relative, dan yang terpenting adalah keduanya itu makhluq. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah : 117
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (١١٧)
Artinya : Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia.

Nomor
2
Pertanyaan : Apa pengertian, ruang lingkup dan aliran-aliran Epistemologi serta apa pengaruhnya terhadap peradaban / kehidupan ? Sebutkan dan jelaskan dengan analisa, kritik, dan contohnya untuk apa dan mengapa demikian ?

Jawaban dari pertanyaan kedua :
1.      Istilah epistemologi berasal dari kata bahasa Yunani ‘episteme’ yang artinya pengetahuan, dan ‘logos’ yang artinya teori. Jadi epistemologi dapat didefinisikan sebagai dimensi filsafat yang mempelajari asal mula, sumber, manfaat dan sahihnya pengetahuan.  Epistemilogi sering disebut dengan metolodogi ilmiah dan theory of knowledge atau teori pengetahuan. Epistemologi membawa kita pada bagaimana cara mempelajari dan mengembangkan ilmu, bagaimana metodenya, bagaimana teori atau ilmunya sampai mendapat kebenaran yang nyata suatu objek.Dengan demikian, metode ilmiah merupakan penentu layak tidaknya pengetahuan menjadi ilmu, sehingga memiliki fungsi yang sangat penting dalam bangunan ilmu pengetahuan. Metode ilmiah telah dijadikan pedoman dalam menyusun, membangun dan mengembangkan pengetahuan ilmu.
Metode yang digunakan adalah : Observasi, Trial and Error, Eksperimen, Statistik, Sampling, dan Berpikir Reflective (a. adanya kesadaran kepada sesuatu masalah b. data yang diperoleh dan relevan yang harus dikumpulkan, c. data yang terorganisasi, d. formulasi hipotesis, e. deduksi hipotesis, f. deduksi harus berasal dari hipotesis, dan g. pembuktian kebenaran verifikasi.
Sedangkan teori untuk menguji kebenarannya adalah dengan menggunakan :
1.          Teori Koherensi / Konsistensi (The Consistence/Coherence Theory of Truth):
a.      Kebenaran ialah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar.
b.     Suatu putusan dianggap benar apabila mendapat penyaksian (pembenaran) oleh putusan-putusan lainnya yang terdahulu yang sudah diketahui,diterima dan diakui benarnya.
Contoh: “Semua manusia akan mati. Si Fulan adalah seorang manusia. Si Fulan pasti akan mati.” “Sukarno adalah ayahanda Megawati. Sukarno mempunyai puteri. Megawati adalah puteri Sukarno”. Teori ini dianut oleh mazhab idealisme. Penggagas teori ini adalah Plato dan Aristoteles.
2.          Teori Korespondensi (The Correspondence Theory of Thruth):
Kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu itu sendiri.Contoh: “Ibu kota Republik Indonesia adalah Jakarta”.Penganut teori ini adalah mazhab realisme dan materialisme.
3.          Teori Pragmatis (The Pragmatic Theory of Truth):
“Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis”; dengan kata lain, “suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia”. Kata kunci teori ini adalah : kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability), akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequencies). Pencetus teori ini adalah Charles S. Pierce (1839-1914) dan William James.
Kritik: betapa kabur dan samarnya pengertian berguna (usefull) itu.

2.    Ruang lingkup epistemologi, meliputi : 1. hakekat, 2. sumber dan 3. validitas pengetahuan. Sehingga kajiannya adalah apa pengetahuan itu?, apa yang merupakan asal mula pengetahuan?, bagaimana cara kita mengetahui bila kita ingin memiliki pengetahuan?, bagaimana cara kita membedakan antara pengetahuan dan pendapat?, apakah yang merupakan bentuk pengetahuan?, apakah corak-corak pengetahuan yang ada?, apakah kebenaran dan kesesatan?, apakah kesalahan? Maka dengan Epistemologi inilah pengetahuan dapat dihasilkan dengan melalui proses dalam segala usaha untuk memperoleh terori pengetahuan tersebut. Dengan demikian, muncul teori-teori baru yang secara signifikan mempengaruhi corak peradaban kehidupan manusia dari zaman ke zaman hingga akhir zaman. Akibatnya adalah terciptanya peradaban dunia baru yang lebih maju dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan sendi-sendi kehidupan ummat manusia dalam bermasyarakat dan bernegara, yang semuanya itu dapat diupayakan melalui peran epistemology ilmu pengetahuan.
Yang menjadi sumber dasar dari meraih kebenaran dalam epistemology adalah metodologinya untuk menghasilkan teori, yang hanya mendasarkan pada pengetahuan kebenaran berdasarkan sunnatulloh yang tidak tertulis, baik materi maupun ide. Dalam perspektif Islam, sumber ilmu pengetahuan adalah sunnatulloh yang tertulis yaitu Al-Qur’an atas mensoroti sunnatulloh yang tidak tertulis yaitu alam raya dan kehidupannya. Dan ternyata dari apa yang diinformasikan oleh ALLOH SWT dalam Al-Qur’an, seiring denga kemajuan IPTEK justru makin membuktikan bahwa fakta-fakta ilmiah yang baru ditemukan itu ternyata sejalan dengan apa yang diinformasikan oleh ALLOH dalam Al-Qur’an. Contoh dalam bidang kelautan ditemukan adanya air tawar di tengah lautan, dan ternyata jauh sebelum ditemukannya fakta tersebut, 14 abad yang lalu Al-Qur’an telah menginformasikannya. Contoh lain adalah ditemukannya mummi Fir’aun dalam keadaan utuh, dan ternyata Al-Qur’an pun telah menginformasikannya. Contoh lain, api itu panas dan membakar. Sedang sejarah kehidupan manusia membuktikan bahwa kobaran api yang sangat hebat membakar Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrohim tidak terbakar dan tidak menyiksanya sedikitpun. Kenapa demikian ? Api tunduk dengan Sunnatulloh, karenanya ia membakar, dan api pun tunduk pada kehendak ALLOH, sehingga ketika diperintahkan untuk sejuk dan menyelamatkan, api pun tunduk kepada kehendak ALLOH sebagai Sang Pencipta.
Maka, sehebat apapun epistemology dengan metodologi perumusan teorinya dalam menguji dan mengkaji, jika terlepas dari Al-Qur’an, maka tidak akan mengalami masa kegelapan dan kebingungan yang cukup lama, karena Al-Qur’an kebenarannya bersifat mutlak, sedangkan teori yang dibangun tanpa Al-Qur’an bersifat nisbi.



Nomor
3
Pertanyaan : Bagaimana Filsafat Ilmu memajukan ilmu dan nilai akhlak yang pada tataran Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi ? Jelaskan mengapa demikian secara sistematis dengan analisa, kritik, contoh, fakta yang rasional atau ilmiah !
Jawaban Pertanyaan Ketiga :
1. Pada tataran Ontologi, cara Filsafat Ilmu memajukan ilmu dan nilai akhlak adalah dengan meninjau kembali pada sisi ontologi dari ilmu pengetahuan yang ada yang menjadi objek dari Filsafat Ilmu. Ontologi ini pantas dipelajari bagi orang yang ingin memahami secara menyeluruh tentang dunia ini dan berguna bagi studi ilmu-ilmu empiris, misalnya antropologi, sosiologi, ilmu kedokteran, ilmu budaya, fisika, ilmu teknik dan sebagainya. Ilmu kedokteran misalkan, mengatakan bahwa hakikat dari hidup sehat itu adalah pola hidup yang bersih, teratur dan seimbang, empat sehat lima sempurna. Maka darinya dikembangkanlah pemahaman tentang cara hidup sehat. Dan pola hidup sehat itu ternyata adalah prilaku akhlaq yang baik, karena sejalan dengan ajaran agama Islam, yaitu “annadzhofatu minal iman”, kebersihan adalah bagian dari iman. Maka nilai akhlak terpuji pun muncul.

2. Pada tataran Epistemologi, cara Filsafat Ilmu memajukan ilmu pengetahuan dan nilai akhlak, adalah dari sisi pengkajian teori dan metodologinya. Ini dibuktikan dengan hadirnya Filsafat Ilmu, maka berlangsunglah secara terus-menerus kajian ilmiah dalam berbagai aspek disiplin ilmu telah menghasilkan kemajuan IPTEK. Dalam akhlakul karimah, Filsafat Ilmu dalam tataran epistemologi dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhapad akhlaqul karimah melalui kajian ilmiah terhadap sosiologi dan psikologi, darinya menangkap gejala apa yang terjadi pada terutama pergaulan gerenasi muda sekarang. Tinjauan ini harus dilakukan untuk misalkan menghasilkan metodologi dan teori baru, atau mengkuatkan teori lama, dan lain sebagainya, sebagai bahan pokok bagi metodologi da’wah kepada generasi muda. Kenapa dengan anak muda yang pergaulannya “kebablasan”? dari sisi sosiologinya misalkan kurang terjalinya hubungan baik dalam internal keluarga. Maka kontribusi bagi metodologi da’wah adalah melalui Pendidikan Agama Islam, guru atau juru da’wah mengajarkan bagaimana pentingnya membangun harmonisasi dan hubungan baik dan komunikasi yang baik dalam rumah tangga, dengan materi keluarga sakinah, juga sikap terbuka dan sikap lebih akrab seperti teman dalam komunikasi antara anak dan orang tua, dengan materi tasamuh dan musyawarah, sehingga anak dapat lebih mencurahkan “unek-unek”nya kepada orang tua ketimbang kepada teman “sosmed”nya, dan lain sebagainya.

Nomor
4
Pertanyaan : Apa dan bagaimana kedudukan dan hubungan antara ilmu, Filsafat dan Islam ditinjau dari berbagai disiplin ilmu. Jelaskan secara sistematis dengan analisis, kritik, contoh fakta, data, rational, empiris, universal, objektif, atau ilmiah !
Jawaban nomor empat.
1. Kedudukan ilmu dalam berbagai disiplin ilmu. Kedudukannya sebagai inti dari nilai kebenaran yang ingin disampaikan pada masing-masing ilmu. Dan ilmu itu sendiri dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Sebagaimana statusnya sebagai alat, maka kedudukan ilmu itu bisa membawa kebaikan atau bisa juga kerusakan, tergantung pada cara memfungsikan ilmu itu sendiri.
2. Kedudukan filsafat dalam berbagai disiplin ilmu. Filsafat kedudukannya sebagai metodologi utama untuk mendapatkan serangkaian kebenaran yang hakiki dan yang sesungguhnya. Hal itu dikarenakan sifat dari pada filsafat itu sendiri sebagai cara berfikir yang sistematis, analitis, radikal, netral dan universal dalam mensoroti segala sesuatu yang menjadi objeknya. Sehingga dari filsafat itulah segala sesuatu yang dicari, baik hakikat, kebenaran, fungsi, metodologi, dan kegunaannya dapat dihasilkan.
3. Kedudukan Islam dalam berbagai disiplin ilmu. Islam dalam perspektif berbagai disiplin ilmu adalah sebuah agama yang sangat ilmiah dan kaya dengan nilai-nilai kebajikan dan kebenaran yang dapat diuji dari berbagai sudut pandang keilmuan apapun.
Sebagai contoh, dari perspektif ilmu sosial, sejarah, arkeologi, dan kedokteran sama-sama telah membuktikan keilmiahan dan keotentikan Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam, yaitu hanya pada satu peristiwa saja, yaitu tentang Fir’aun. Al-Qur’an menjelaskan hikayat kehidupannya sebagai seorang raja yang sombong dan mengaku sebagai Tuhan, ia pun memusuhi Nabi Musa sebagai Rosul kepadanya dan seluruh umat ketika itu. Dan akibat kesombongannya, dan akhir dari permusuhannya, ia mengejar Nabi Musa dan Bani Israil ketika itu setelah terbelahnya laut sebagai mu’jizat Nabi Musa. Dan Fir’aun pun ditenggelamkan ALLOH bersama seluruh pasukannya. Akan tetapi, ALLOH “mengabadikan” jasad Fir’aun sebagai bukti kebesaran ALLOH dan tanda bagi orang yang berakal.
Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. Ini merupakan pertanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala saat berfirman yang artinya : “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS.Yunus:92]
Penelitian medis terhadap mumi Mineptah membeberkan kepada kita informasi-informasi berguna lainnya mengenai dugaan sebab kematian Fir’aun ini. Penelitian yang dilakukannya berjalan legal karena dibantu direktur laboratorium satelit di Paris, Ceccaldi dan prof. Durigan. Objek penelitian dititik beratkan pada salah satu orang di tengkorak kepala. Mengenai hasilnya, Dr Bukay mengungkapkan, “Dari situ diketahui, bahwa semua penelitian itu sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan Fir’aun tewas ketika digulung gelombang…”
Professor Maurice Bucaille adalah seorang dokter ahli bedah terkemuka di dunia yang berasal dari Prancis. Setelah ia ditunjuk menjadi ketua tim peneliti mumi Fir’aun, ia memperoleh hasil penelitiannya; bahwa terdapat bekas garam yang menempel pada mayat mumi, sehingga dapat ia jadikan sebuah bukti yang nyata bahwa Fir’aun mati karena tenggelam dan mayatnya dapat di selamatkan, kemudian diawetkan pada saat kejadian. Dalam pidatonya di sebuah seminar kedokteran di Arab Saudi yang dihadiri oleh para pakar bedah Muslim, Professor Maurice memulai pembicaraan tentang hasil penyelidikannya bahwa jasad Fir’aun dapat diselamatkan setelah tenggelam, kemudian salah seorang diantara pakar muslim berdiri dan membuka serta membacakan mushaf pada Surat Yunus Ayat 92 yang artinya: “Pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat dijadikan pelajaran bagi orang-orang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.”
Professor Maurice Bucaille terheran-heran dengan penjelasan yang baru saja ia dengar, ia lalu beranjak dari tempat duduknya dan dengan suara lantang ia berkata: “Pada hari ini; aku menyatakan diri untuk memeluk agama Islam dan aku mengimani Al-Qur’an ini”. Ia pun meninggalkan agama Katolik yang telah dianutnya bertahun-tahun, kemudian menyatakan dirinya memeluk agama Islam. Subhanalloh. Kiranya ini menunjukkan bahwa itulah Islam, sangat saintifik, dan itulah agama yang asli, sedang yang lain adalah palsu belaka.
4. Hubungan Ilmu, filsafat dan Islam. Hubungannya sangat erat sekali, yakni pada sama-sama menampilkan hakikat kebenaran dengan sangat sistematis, dan saintifis pada masing yang tertuang pada teorinya, metodologinya dan nilai-ajarannya. Ilmu sebagai kebenaran hasil dari penelitian ilmiah dan filsafat sebagai konsep metodologi pencarian kebenaran yang menghasilkan sebuah teori kebenaran, seringkali menunjukkan bukti bahwa ternyata hasilnya sejalan dengan ajaran Islam, dimana Islam terbukti nyata sebagai sumber kebenaran dan ilmu pengetahuan yang tak terbantahkan sepanjang zaman. Sehingga dengan segala bukti dan fakta yang terus ada hasil kajian dan penelitian ilmiah terbukti jelas bahwa Islamlah sebagai sumber rujukan ilmu pengetahuan dan kebenaran.

Nomor
5
Pertanyaan : Segala sesuatu yang ada, ada berapa ?
a. Apa pengertian masing-masing dengan contoh-contohnya serta siapa dari padanya yang jadi pencipta alam semesta.
b. ALLOH Esa berapa macam Esa-Nya dan seterusnya apa akibat / tindak lanjut dari ALLOH Esa perbuatan-Nya terhadap manusia dan agama ? jelaskan degan contoh, analisa dan kritik yang ilmiah, mengapa demikian, dan seterusnya. 
Jawaban nomor Lima.

1.  Segala sesuatu yang ada. Segala sesuatu yang ada menurut pemikiran filsafat ada tiga, yaitu :     1. Mumkin Wujud, 2.Mustahil Wujud, 3. Wajib Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya.
2.  Mumkin Wujud.
Pengertiannya adalah : sesuatu yang mungkin adanya, atau bisa jadi ada atau bisa saja ada. Contohnya adalah manusia atau makhluk yang lain, seperti pohon, dan lain sebagainya.
Analisa kenapa dikatakan Mumkin wujud : Dikatakan Mumkinul Wujud karena segala yang ada dari golongan Mumkinul Wujud ini adalah bermula dari tidak ada (t.a), kemudian ada (a), yang secara akal sehat pasti diakui bahwa keberadaanya tersebut sama sekali tidak ia kehendaki dariawal, atau bukan karena kehendaknya sendiri, tahu-tahu ia sadari bahwa ia ada dan hidup. Maka secara logika berfikir yang sehat, bahwa status keberadaanya tersebut adalah bukan sumber, melainkan objek dari sesuatu yang menjadi sumber. Dalam logika berfikir bebas, keberadaan sesuatu yang ada pada golongan Mumkinul Wujud itu adalah objek dari yang merencanakan, atau keberadaanya akibat dari sebuah rangkaian proses yang menghantarkannya menjadi kemudian ada (a), sehingga siklusnya adalah, bermula dari tidak ada (t.a), kemudian ada (a), kemudian menjadi kembali tidak ada (k.t.a). Pada tahap ini (k.ta.) golongan sesuatu yang ada dari golongan Mumkinul Wujud itu adalah ada yang berakhir pada tahap tersebut (k.t.a) seperti pohon, bangunan, dan lain sebagainya, dan ada yang berlanjut pada tahap ada terus (a.t) yaitu manusia. Ini dapat dibuktikan pada seseorang yang pada tahap manusia yang besangkutan itu ada (a), ia melakukan sebuah kebijakan atau kejahatan yang kuat, sehingga akibat dari perbuatannya tersebut menciptakan akibat, atau meninggalkan sesuatu yang terus bermanfa’at, baik berupa kesan, kenangan, hasil temuannya, hasil karyanya, ilmu pengetahuannya, teorinya, atau buah pemikirannya, yang kesemuanya itu terus wujud sepanjang zaman, seperti ajaran syari’at Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, padahal beliau telah meninggial, tetapi ajarannya ada terus, atau teori yang menghasilkan sebuah teknologi terus ada dan berkembang hingga akhir zaman. Atau dalam perspektif Islam, selain hal tersebut adalah manusia ketika meninggal dunia, maka ia ada pada tahap k.t.a pada jasadnya, tapi ruhnya ada terus(a.t).
Oleh karena itu, status Mumkinul Wujud yang berawal dari tidak ada, kemudian ada, lalu tidak ada, lalu terpecah pada jasad yang tidak ada dan ruh yang terus ada, maka sangat jelas bahwa Mumkinul Wujud adalah produk yang keberadaanya tiada berdaya dalam mengharuskannya ada, maka Mumkinul Wujud bukanlah Sang Maha Pencipta.
3. Mustahil Wujud.
Pengertiannya : Mustahil Wujud adalah segala sesuatu yang tidak mungkin ada atau mustahil ada. Ketidakmungkinan itu menurut akal contohnya seperti laki-laki hamil.
Analisa kenapa dikatakan Mustahil Wujud: Mustahil Wujud itu sejak dahulunya tidak ada(t.a) sekarang tidak ada (t.a) dan seterusnya atau selamanya tidak ada (t.a). Mustahil wujud dapat diartikan tidak mungkin dari sesuatu yang ada tersebut melakukan atau menciptakan sesuatu yang diluar akal, seperti keberadaan laki-laki hamil, atau gajah bertelur, sangatlah tidak mungkin dan mustahil menurut akal. Karena itu, Mustahil wujud jelas posisinya tidak mungkin, karena tidak berdaya melakukannya, maka Mustahil Wujud tidak mungkin mencipta. Karena tidak mungkin dan tidak berdaya mencipta dan tercipta, maka Mustahil Wujud bukanlah Sang Maha Pencipta.

4. Wajib Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya.
Pengertiannya : Wajibul Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya adalah Yang Maha Ada yang tiada bermula dari tidak ada. Dari dahulu ada (a) sekarang ada (a) dan seterusnya ada (a).
Analisanya : Wajib Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya adalah sumber dari segala sumber yang ada, Yang Maha Kuasa yang satu-satunya karena bermula dari ADA, tidak seperti Mumkinul Wujud dan Mustahil Wujud yang bermula dari tidak ada (t.a). Dengan demikian dapat dimengerti dengan sangat jelas, bahwa Wajibul Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya tidak berlaku padanya hukum daur (siklus evolusi), tidak seperti Mustahil Wujud dan Mumkinul Wujud yang berlaku padanya hukum daur atau siklus evolusi dari t.a menjadi a lalu menjadi ta dan seterusnya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Karena itulah wajib dikatakan bahwa Wajibul Wujud Yang Ada Dengan Sendirinya itu adalah Sang Maha Pencipta, Sang Maha Kuasa, Yang Tiada Bermula, dan Yang Tiada Berakhir, sumber dari segala sumber yang ada, yakni Tuhan Semesta Raya ALLOH Subhaanahu wa Ta’aala.
5. Macam-macam Ke-Esaan ALLOH : Ke-Esaan ALLOH ada 4 : 1. Esa Wujud-Nya     2. Esa Dzat-Nya     3. Esa Sifat-Nya 4. Esa Perbuatan-Nya.
1). Esa Wujudnya : ALLOH satu-satunya Wujud Yang Wajibul Wujud, tiada berbilang dan sumber dari segala sumber, sebagaimana yang terkandung pada suroh Al-Ikhlash (112 :4). Oleh karenanya mustahil ada dua Esa, ini tidak bisa dibenarkan oleh akal, karena akan terjadi dualisme dalam segala halnya yang itu akan dipertanyakan kekuasaannya jika ekisitensinya dua atau berbilang.
2). Esa Dzatnya : ALLOH tunggal dalam Dzat dan tiada tersusun dari unsur-unsur / berunsur. Jika berunsur maka mengindikasikan kelemahan pada unsur-unsur tersebut. Sedangkan sifat lemah itu bertentangan dengan sifat ke-Maha Kuasaan ALLOH SWT. Akal pun menentangnya. Jika dengan alasan kasih-Nyalah yang mengangkat unsur itu jadi bagiannya pun maka akal juga menolaknya, seperti analogi seorang pembuat kursi, dengan alasan kasihnya, ia mengangkat kursi itu bagian darinya sehingga ia berunsur. Ini tidak bisa diterima dengan akal, karena Dzatnya berbeda dengan unsur tersebut, tidak mungkin dan mustahil kursi tersebut dianggap anak sebagai unsur dari sipembuat kursi..
3). Esa Sifat-Nya. Esa disini adalah sama pada dasarnya, beda perinciannya (s.p.d.b.p). Ini berpengertian bahwa semua sifat-sifat-Nya itu pada dasarnya adalah sama, dan tiada pertentangan, yaitu ALLOH adalah Sang Maha Segala-galanya. Maha Kuasa ALLOH menandakan KemahaEsaan ALLOH, karna tidak terbagi, kalau terbagi keesaan-Nya mana bisa dikatakan Maha Kuasa, dan lain sebagainya. Karenanya ALLOH Esa dalam Sifat-Nya, Sang Maha Esa itu Maha Segala-galanya.
4). Esa Perbuatan-Nya. Esa perbuatan-Nya berarti perbuatan ALLOH atau sunnatulloh itu sama pada dasarnya, beda perinciannya, sepanjang zaman, dan dimana saja (s.p.d.b.p.s.z.d.s). Tegasnya, sunnatulloh itu bersifat universal, hanya saja beda perinciannya. Berbeda dengan manusia, yang perbuatannya itu bertahapkemampuan, dan berdampak hukum berbeda pula dalam kemampuan, seperti dahulu membuat roda dan rangka membuat gerobak, kemudian setelah berproses kemampuan, manusia pada akhirnya terus meningkat kemampuannya dan hukum dari ciptakaryanya menjadi berteknologi canggih bahkan kendaraan tanpa awak. Ini menandakan ketidak esaan dalam perbuatan manusia itu. Tidak dengan ALLOH. Ia Sang Maha Esa dalam perbuatannya, dan hukum perbuatannya berlaku sepanjang zaman, tidak mengenal tahapan kemampuna dari hukum yang diciptakan-Nya itu, seperti hukum air, yang intinya adalah HO2.


Nomor
6
Pertanyaan :
a. Apa sumber dari segala sumber kejahatan dan kerusakan ? Mengapa demikian, apa alasannya ? Jelaskan dengan analisa dan contoh serta sebab akibat munculnya Pancagila.
b.Apa sumber dari segala sumber kebaikan dan akhlak mulia ? mengapa demikian, serta penyebab munculnya 5 sebab akibat ummat manusia sejahtera ? Jelaskan secara ilmiah.
Jawaban nomor Enam.
1. Sumber dari segala sumber kejahatan dan kerusakan adalah syirik (menyekutukan ALLOH dengan selain-Nya). Pengertian syirik yang sesungguhnya adalah menganggap atau mengangkat atau mejadikan adanya Tuhan (Yang Maha Kuasa) selain ALLOH dalam perilakunya, sehingga ia membiarkan dirinya dikuasai oleh keinginan (hawanafsu) terhadap yang dipentingkan, maka Tuhannya adalah hawa nafsunya (Al-Furqon, 25:43) :
   
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Kalau sudah hawa nafsunya sebagai Tuhannya, maka disinilah segala macam bentuk kerusakan dan kejahatan tercipta. Manusia syirik adalah manusia yang mempertuhankan hawa nafsunya terhadap dunia, yaitu harta, tahta dan wanita sebagai sumber dari hawa nafsu duniawi. Jika itu terjadi, maka segala cara ia lakukan, tak peduli lagi halal dan haram, yang penting semuanya ia dapatkan, walau harus mencuri, menindas, membunuh, dan lain sebagainya. Disinilah logikanya bahwa sumber dari segala sumber kejahatan dan kerusakan itu adalah syirik, yaitu menjadikan hawanafsunya sebagai Tuhannya, yang ia pentingkan dari segalanya. Na’udzu billaahi min dzaalik.
                   Akibat dari mempertuhankan hawanafsunya, maka munculah pancagila dalam tatanan kehidupan masyarakat yaitu :
1. Syirik / mempertuhankan hawa nafsu
2. Hukum tidak berdaya. Karena telah dikuasai hawa nafsu, maka segala cara ia lakukan, hingga hukum yang sejatinya harus ditaati malah hukum itu sendiri yang diperalat dan dipermainkan kekuatan uang hingga hukum tidak berdaya.
3. Penyimpangan dimana-mana. Karena hukum yang sejatinya ditaati, karena sudah dibuat lumpuh oleh uang hingga tidak berdaya, maka yang terjadi adalah penyimpangan dan penyelewengan terjadi dimana-mana secara sistemik dan berjama’ah pula. Astaghfirullohal ‘adzhiiim…
4. Maksiat merajalela. Setelah terjadinya penyimpangan dan penyelewengan dimana-mana, maka maksiatpun menjadi merajalela, bahkan dibisniskan, seperti prostitusi yang beromzet triliuan rupiah pertahun di Indonesia. Astaghfirulloohal ‘adzhiiim.
5. Umat manusia teraniaya. Saking sudah hancurnya tatanan hidup manusia hingga keempat point tersebut maka dampaknya adalah umat manusia yang manusia yang asli teraniaya oleh umat setan dari golongan manusia.
1. Sumber dari segala sumber kebaikan dan akhlak mulia adalah tauhid sebagaimana yang tertuang dalam dua kalimah syahadat. Alasanya tauhid adalah sumber dari segala sumber kebaikan dan akhlak mulia adalah karena dengan bertauhid berarti yang dipentingkannya sedemikian rupa dan membiarkan dirinya dikuasai hanya oleh ALLOH SWT, sehingga ia terbebas dari Tuhan Palsu yaitu hawa nafsu (harta, tahta, wanita). Itulah penyebab dari terciptanya 5 akibat manusia sejahtera :
1. Tauhid. Degan bertauhid ia akan selalu dapat mengingat ALLOH sebagai kekasih tercinta, karena ALLOH telah menjadi yang telah ia lebih dipentingkan sedemikian rupa dari segalanya.
2. Hukum dijalankan dengan ikhlas. Karena ALLOH telah menjadi yang paling dia ingat dan dia cintai sedemikian rupa, maka apapun yang menjadi hukum syari’at akan dijalankan dengan ikhlas, tanpa terasa berat ataupun beban, justru sebaliknya akan makin terasa bahagianya, karena ia sedang dalam ridho-Nya.
3. Rencana dan Program berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan keikhlasannya tersebut, sehingga semuanya akan terasa membahagiakan.
4. Kebaikan terwujud dalam kenyataan hidup. Hal ini adalah dampat dari rencana dan program yang telah berjalan sebagaimana mestinya. Jika program tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka kebaikanpun tidak akan terwujud nyata dalam kehidupan, hanya sekedar slogan belaka atau fatamorgana.
5. Ummat manusia sejahtera, disebabkan telah terwujudnya kebaikan tersebut.

Nomor
7
Pertanyaan :
a. Berapa macam pandangan hidup. Sebutkan dan jelaskan ciri-cirinya.
b.Jelaskan pandangan hidup Muslim. Apa pengertian, faktor-faktornya, sebutkan dan jelaskan serta hubungannya dengan persatuan umat Islam.
Jawaban nomor Tujuh.
1. Pandangan hidup Muslim itu ada 3 : 1. Al-Qur’an, 2. Sunnah Rosul dan 3. Ijtihad
2. Pandangan hidup Muslim adalah pandangan Muslimin dengan berkacamata Al-Qur’an, Sunnah Rosul dan Ijtiha, yang setia terhadap Islam dalam masalah asasi hidup manusia.
3.      Faktor-faktor Pandangan Hidup Muslim ada delapan, yaitu :
1). Dasar Hidup Muslim : Sunnatulloh (ayat Qur’aniyah dan Kauniyah), Sunnah Rosul, dan ijtihad.
2). Tujuan Hidup Muslim : Vertikal, yaitu Rodhiyatan Mardhiyyah, dan horizontal, yaitu Rohmatan lil’aalamiiin.
3).  Cara Mencapai Tujuan Hidup : dengan jalan ibadah.
4).  Alat hidup Muslim / alat perjuangan Muslim: Harta dan diri.
5). Fungsi hidup Muslim : Kholifah ALLOH di muka bumi.
6). Teladan Hidup Muslim : Meneladani Rosululloh SAW.
7. Teman hidup Muslim : Teman seiman dan seperjuangan.
8. Lawan hidup Muslim : Setan dan “gundik-gundik”nya.

4. Hubungannya dengan persatuan umat Islam adalah faktor-faktor tersebut adalah sebagai pemersatu umat agar tidak terpecahbelah gara-gara hal yang tidak prinsipil. Dengan menyatukan pandangan hidup muslim, maka semangat rohmatan lil’alamin Insya ALLOH tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar