MAKALAH FILSAFAT ILMU DIMENSI ONTOLOGIDisusun oleh:Sandra Sovie Novia Sari Purnama 1613090003 Muhammad Ferdyansyah 1613090008 Muhammad Rumi Akromi 1613090005PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM ATTAHRIYAH PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JAKARTA 2016 M / 1438 H12BAB IPENDAHULUAN1. Latar BelakangDalam mempelajari ilmu pengetahuan, manusia seringkali menghadapi berbagaiobjek untuk dipikirkan secara mendalam. Kaitannya dengan hal tersebut, ontologimembahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret dan hakiki. Inilah sebabnyabagian ini dinamakan teori hakikat. Pembicaraan mengenai hakikat sangatlah luas,meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Hakikat ada adalah kenyataansebenarnya bukan kenyataan sementara atau berubah-ubah.Ada juga yang menamakan bagian ini ontology. Secara ringkas ontologimembahas realitas atau suatu entitas dengan apa adanya. Pembahasan mengenaiontologi berarti membahas kebenaran suatu fakta.Ontologi juga merupakan salah satu dari obyek garapan filsafat ilmu yangmenetapkan batas lingkup dan teori tentang hakikat realitas yang ada, baik berupawujud fisik, maupun metafisik.Sedangkan Ontologi atau bagian metafisika yang umum, membahas segalasesuatu yang ada secara menyeluruh yang mengkaji persoalan seperti hubungan akaldengan benda, hakikat perubahan, pengertian tentang kebebasan dan lainnya. Dalampemahaman ontologi ditemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran, sepertimonoisme, dualisme, pluralisme, nikhilisme, dan agnotisime.2. Rumusan Masalah2.1 Apa definisi dari dimensi Ontologi?2.2 Apa saja bidang kajian Dimensi Ontologi?2.3 Apa aliran dalam metafisika Ontologi?3. Tujuan3.1 Menjelaskan definisi Dimensi Ontologi3.2 Menjelaskan bidang kajian Dimensi Ontologi3.3 Menjelaskan aliran dalam metafisika Ontologi3BAB IIPEMBAHASAN1. Pengertian OntologiKata Ontologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “onta” yang berarti sesuatu“yang sungguh-sungguh ada”, “kenyataan yang sesungguhnya”, dan “logos” yangberarti “studi tentang”, “studi yang membahas sesuatu” (Angeles, 1.981). Jadi,ontologi adalah studi yang membahas sesuatu yang ada. Secara sungguh-sungguhontologi juga diartikan sebagai metafisika umum yaitu cabang filsafat yangmempelajari sifat dasar dari kenyataan yang terdalam, ontologi membahasa asas-asasrasional dari kenyataan.1Sedangkan Jujun S. Suriasamantri mengatakan bahwa ontologi membahas apayang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau dengan perkataan lainsuatu pengkajian mengenai yang “ada”.Jadi dapat disimpulkan bahwa Menurut bahasa, ontologi adalah ilmu tentanghakikat yang ada. Menurut istilah, ontologi adalah ilmu yang membahas tentanghakikat yang ada, yang merupakan kenyataan yang asas, baik yang berbentuk jasmaniatau konkret, maupun rohani atau abstrak.2. Bidang Kajian OntologiOntologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1636 Myang menamai teori tentang hakikat yang ada bersifat metafisis. Dalamperkembangannya, Christian Wolff (1679 – 1754 M) membagi metafisika menjadidua, yaitu metafisika umum dan metafisika khusus. Metafisika umum dimaksudkansebagai istilah lain dari ontologi. Sedang metafisika khusus masih dibagi lagi menjadikosmologi, psikologi dan teologi. Objek kajian ontologi adalah hakikat seluruhkenyataan. Yang nantinya, objek ini melahirkan pandangan-pandangan (point of1 Drs. H.A.Fuad Ihsan, Filsafat Ilmu , Jakarta : Rineka Cipta, 2010 h.2224view) atau aliran-aliran pemikiran dalam kajian ontologi antara lain: Monoisme,Dualisme, Pluralisme, Nihilisme, dan Agnotisisme.3. Aliran-aliran Metafisika dalam Ontologi3.1. MonoismePaham ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruhkenyataan itu hanyalah satu saja, tidak mungkin dua, baik yang asal berupamateri ataupun rohani. Paham ini kemudian terbagi kedalam 2 aliran :a). MaterialismeMaterialisme dapat diberi definsis dengan beberapa cara, diantaranya:Pertama; materialisme adalah teori yang mengatakan bahwa atom materiyang berada sendiri dan merupakan unsur-unsur yang membentuk alamdan bahwa akal dan kesadaran (consciousness); Kedua, bahwa doktrinalam semesta dapat ditafsirkan seluruhnya dengan sains fisik.Aliran materialisme ini menganggap bahwa sumber yang asal ituadalah materi, bukan rohani. Aliran pemikiran ini dipelopori oleh BapakFilsafat yaitu Thales (624-546 SM). Dia berpendapat bahwa sumber asaladalah air karena pentingnya bagi kehidupan. Aliran ini sering jugadisebut naturalisme. Menurutnya bahwa zat mati merupakan kenyataandan satu-satunya fakta. Yang ada hanyalah materi atau alam, sedangkanjiwa atau ruh tidak berdiri sendiri.Anaximander (585-525 SM). Dia berpendapat bahwa unsur asal ituadalah udara dengan alasan bahwa udara merupakan sumber dari segalakehidupan. Dari segi dimensinya paham ini sering dikaitkan dengan teoriAtomisme. Menurutnya semua materi tersusun dari sejumlah bahan yangdisebut unsur. Unsur-unsur itu bersifat tetap tak dapat dirusakkan. Bagian-bagian yang terkecil dari itulah yang dinamakan atom-atom. Demokritos(460-370 SM). Ia berpendapat bahwa hakikat alam ini merupakan atom-atom yang banyak jumlahnya, tak dapat di hitung dan amat halus. Atom-atom inilah yang merupkan asal kejadian alam.5b). IdealismeKata idealisme dalam filsafat mempunyai arti yang sangat berbeda dariartinya dalam bahasa sehari-hari. Secara umum kata itu berarti:Pertama, seorang yang menerima ukuran moral yang tinggi, estetika danagama serta menghayatinya; Kedua, orang yang dapat melukiskan danmenganjurkan suatu rencana atau program yang belum ada. Tiappembaharu sosial adalah seorang idealis dalam arti kedua ini, karena iamenyokong sesuatu yang belum ada.Arti falsafi dari kata idealisme ditentukan oleh arti biasa darikata ide. Ringkasnya, idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri ataside-ide, fikiran-fikiran, akal (mind) atau jiwa (selves) dan bukan bendamaterial dan kekuatan. Idealisme menekankan mind sebagai hal yang lebihdahulu dari pada materi. Jika materialisme mengatakan bahwa materiadalah riil dan akal (mind) adalah fenomena yang menyertainya, makaidealisme mengatakan bahwa akal itulah yang riil dan materi adalahproduk sampingan. Dengan demikian, idealisme beranggapan bahwahakekat benda-benda yang ada itu adalah idea tau akal, atau jiwa; bukanmateri.Idealisme adalah suatu pandangan dunia atau metafisik yangmengatakan bahwa realitas dasar terdiri atas, atau sangat erathubungannya dengan ide, pikiran atau jiwa. Dunia mempunyai arti yangberlainan dari apa yang nampak pada permukaannya. Dunia dipahami danditafsirkan oleh penyelidikan tentang hukum-hukum fikiran dankesadaran, dan tidak hanya oleh metode ilmu obyektif semata-mata.2Idealisme diambil dari kata “idea” yaitu sesuatu yang hadir dalamjiwa.Aliran ini menganggap bahwa dibalik realitas fisik pasti ada sesuatuyang tidak tampak. Bagi aliran ini, sejatinya sesuatu justru terletak dibalikyang fisik. Ia berada dalam ide-ide, yang fisik bagi aliran ini dianggap2 Ibid, h.296hanya merupakan bayang-bayang, sifatnya sementara, dan selalu menipu.Eksistensi benda fisik akan rusak dan tidak akan pernah membawa orangpada kebenaran sejati.3.2. DualismeDualisme merupakan aliran filsafat yang mencoba memadukan antara duafaham yang saling bertentangan yaitu materialisme dengan idealisme. Materialismemengatakan bahwa materi itulah yang hakekat, sedangkan idea atau ruh bukanhakekat. Sedangkan idealisme sebaliknya justru idealah yang hakekat sedangkanmateri bukan hakekat. Menurut materialisme, ruh muncul karena ada materi, tidakmungkin ada ruh jika tanpa ada materi. Sedangkan menurut idealism justrumunculnya materi karena adanya ruh. Materi tidak aka nada jika tidak ada ruh.Dualisme mengatakan bahwa baik materi maupun ruh sama-sama hakekat.Materi muncul bukan karena adanya ruh, begitu pun ruh sama-sama hakekat.Materi muncul bukan karena adanya ruh, begitu pun ruh muncul bukan karenaadanya materi. Tetapi dualisme juga masih mempunyai masalah; yaitu tentanghubungan antara materi dengan ruh, bagaimana bisa terjadi keselarasan antaramateri dengan ruh dan idea. Kita lihat sebuah contoh, jika jiwa sedang sehat makabadanpun sehat kelihatannya, sebaliknya, jika jiwa seseorang sedang penuh dengankedukaan biasanya badannya pun ikut sedih, maka murunglah wajah orang tersebut.Contoh diatas menggambarkan adanya hubungan atau kerjasama antara jiwadengan badan, kerjasama yang terjadi secara spontanitas atau reflektif. Masalahnya,kenapa terjadi bentuk kerjasama dan hubungan demikian dan siapa yangmemadukannya? ini adalah masalah dualisme.33.3. PluralismePaham ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakankenyataan. Lebih jauh lagi paham ini menyatakan bahwa kenyataan alam initersusun dari banyak unsur.3 Ibid, h. 30-317Tokoh aliran ini pada masa Yunani Kuno adalah Anaxagoras danEmpedocles yang menyatakan bahwa substansi yang ada itu terbentuk dan terdiridari 4 unsur, yaitu tanah, air, api, dan udara.Tokoh modern aliran ini adalah William James (1842-1910 M) yangterkenal sebagai seorang psikolog dan filosof Amerika. Dalam bukunya TheMeaning of Truth, James mengemukakan bahwa tiada kebenaran yang mutlak,yang berlaku umum, yang bersifat tetap, yang berdiri sendiri, lepas dari akal yangmengenal. Apa yang kita anggap benar sebelumnya dapat dikoreksi atau diubaholeh pengalaman berikutnya.3.4. NihilismeNihilisme berasal dari bahasa Latin yang berarti nothing atau tidak ada.Doktrin tentang nihilisme sudah ada semenjak zaman Yunani Kuno, tokohnyayaitu Gorgias (483- 360 SM) yang memberikan tiga proposisi tentang realitasyaitu: Pertama, tidak ada sesuatupun yang eksis, Kedua, bila sesuatu itu ada iatidak dapat diketahui, Ketiga, sekalipun realitas itu dapat kita ketahui, ia tidak akandapat kita beritahukan kepada orang lain. Tokoh modern aliran ini diantaranya:Ivan Turgeniev (1862 M) dari Rusia dan Friedrich Nietzsche (1844-1900 M),dengan pendapatnya bahwa dunia terbuka untuk kebebasan dan kreativitasmanusia.3.5. AgnotisismePaham ini mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikatbenda. Baik hakikat materi maupun ruhani. Kata Agnoticisme berasal dari bahasaGreek yaitu Agnostos yang berarti unknown. A artinya not, Gno artinya know.Agnotisisme adalah aliran yang mengatakan bahwa manusia tidak mungkinmengetahui hakekat sesuatu di balik kenyataan ini, Manusia tidak mungkinmengetahui apa hakekat batu, air, api dan lain sebagainya. Sebab menurut fahamini kemampuan manusia sangat terbatas dan tidak mungkin tahu apa hakekatsesuatu yang ada, baik oleh inderanya maupun oleh pikirannya. Aliran ini8mempunyai masalah yaitu tentang siapa sebenarnya yang bisa mengetahui hakekatsesuatu yang ada? aliran ini tidak memberikan jawabannya.44 Ibid, h.319BAB IIIPENUTUP1. KESIMPULANDari penjelasan tersebut, penyusun dapat menyimpulkan bahwa ontologimerupakan salah satu diantara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno.Ontologi berasal dari bahasa Yunani yang berarti teori tentang keberadaan sebagaikeberadaan. Pada dasarnya, ontologi membicarakan tentang hakikat tentang segalasesuatu. Hakikat disini berarti kenyataan atau realitas.Dalam ontologi ditemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran, yaitumonoisme, dualisme, pluralisme, nihilisme, dan agnostisisme. Monoisme adalahpaham yang menganggap bahwa hakikat asalnya sesuatu itu hanyalah satu. Asalsesuatu itu bisa berupa materi (air, udara) maupun ruhani (spirit, ruh). Dualismeadalah aliran yang berpendapat bahwa asal benda terdiri dari dua hakikat (hakikatmateri dan ruhani, hakikat benda dan ruh, hakikat jasad dan spirit). Pluralisme adalahpaham yang mengatakan bahwa segala hal merupakan kenyataan. Nihilisme adalahpaham yang tidak mengakui validitas alternatif yang positif. Dan agnostisisme adalahpaham yang mengingkari terhadap kemampuan manusia dalam mengetahui hakikatbenda.Jadi, dapat disimpulkan bahwa ontologi meliputi hakikat kebenaran dankenyataan yang sesuai dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari perspektiffilsafat tentang apa dan bagaimana yang “ada” itu. Adapun monoisme, dualisme,pluralisme, nihilisme, dan agnostisisme dengan berbagai nuansanya, merupakanpaham ontologi yang pada akhirnya menentukan pendapat dan kenyakinan kitamasing-masing tentang apa dan bagaimana yang “ada” itu. (what’s being)10DAFTAR PUSTAKAIhsan, Drs. H.A. Fuad, Filsafat Ilmu, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.S. Praja, DR. Juhaya, Aliran-aliran Filsafat Dan Etika Suatu Pengantar, Bandung:Yayasan Piara, 1997Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu. JakartaSuriasumantri , Jujun S. Pengantar Ilmu dalam Perspektif.
Senin, 24 Oktober 2016
DIMENSI ONTOLOGI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar