KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya
menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang Metode Penelitian Kualitatif, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan
dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai
rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari
luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Metode Penelitian Kualitatif”
yang menjelaskan bagaimana melakukan penelitian dengan menggunakan metode
penelitian kualitatif.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen
Metodologi Penelitian yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan
makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Jakarta, 28
September 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diantara
berbagai elemen yang sekaligus dapat menjadi penanda kemandirian bidang ilmu
pengetahuan adalah teori dan metodologi. Dengan demikian metode penelitian
menjadi ciri khas dari ilmu pengetahuan yang bersangkutan sehingga sangat
sering menjadi sebutan dalam diskusi dikalangan akademis. Metode itu sendiri
ada diantaranya metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Sebagai
gambaran ringkas perbedaan dan perbandingan cirri-ciri metode kualitatif dan
kuantitatif dalam suatu penelitian, meskipun biasanya tidak dapat dipaparkan
sedemikian jelasnya. Perbandingan ini sekedar unutk memberikan gambaran tentang
kecenderungan atau kebiasaan masing-masing metode, agar dapat membantu peneliti
dalam menentukan pemilihan metodenya.
Dalam
mengadakan penelitian, peneliti tidak hanya cenderung pada kedua metode
penelitian tersebut yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, tetapi
juga harus dapat membedakan karakteristik variabel dalam penelitian yaitu
adanya variabel penelitian eksperimental dan variabel penelitian non
eksperimental.
Sudah
selayaknya para peneliti memperhatikan hal-hal yang tekait ketika menentukan
pilihan metode penelitian, yaitu disesuaikan dengan tujuan penelitian, hasil
yang diharapkan, dan kondisi objek atau sasaran penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Metode Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis
dengan pendekatan induktif. Proses dan makna lebih ditonjolkan
dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar
fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan
teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian
dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar
antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam
penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau
penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif
peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan
penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif lebih
subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat
berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan
wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini
adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah
relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam(Wikipedia: 2009).
Menurut Brannen (1997: 9-12), secara
epistemologis memang ada sedikit perbedaan antara penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Jika penelitian kuantitatif selalu menentukan data dengan
variabel-veriabel dan kategori ubahan, penelitian kualitatif justru sebaliknya.
Perbedaan penting keduanya, terletak pada pengumpulan data. Tradisi kualitatif,
peneliti sebagai instrument pengumpul data, mengikuti asumsi cultural, dan
mengikuti data.
Penelitian kualitatif (termasuk
penelitian historis dan deskriptif) adalah penelitian yang tidak menggunakan
model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai
dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang diterapkan secara
sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan
dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan
diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti
sendiri. Penelitian kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau
deskriptif.
Metode kualitatif menggunakan
beberapa bentuk pengumpulan data seperti transkrip wawancara terbuka, deskripsi
observasi, serta analisis dokumen dan artefak lainnya. Data tersebut dianalisis
dengan tetap mempertahankan keaslian teks yang memaknainya. Hal ini dilakukan
karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena dari sudut
pandang partisipan, konteks sosial dan institusional. Sehingga pendekatan
kualitatif umumnya bersifat induktif.
Menurut
Strauss dan Corbin (1997: 11-13), yang dimaksud dengan penelitian kualitatif
adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak
dapat dicapai (diperoleh)dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau
cara-cara lain dari kuantifikasi(pengukuran). Penelitian kualitatif secara umum
dapat digunakan untuk penelitian tentangkehidupan masyarakat, sejarah, tingkah
laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, danlain-lain. Salah satu
alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para peneliti dimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan
memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena yang kadang kala merupakan
sesuatu yang sulit untuk dipahami secara memuaskan.
Bogdan dan
Taylor (1992: 21-22) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah
satu prosedur penelitian yng menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku
orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasil kan
uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat
diamati dari suatu individu,kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu
dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh,
komprehensif, dan holistik. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari
perpektif partisipan.
Pemahaman
tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu, tetapi didapat setelah melakukan
analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan
analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang
sifatnya abstrak tentang kenyataan-kenyataan (Hadjar, 1996 dalam Basrowi
dan Sukidin, 2002: 2). Konsep dan Ragam Penelitian Kualitatif Istilah penelitian
kualitatif menurut Kirk dan Miler (1986: 9) pada mulanya bersumber
pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan
kuantitatif. Pengamatan kuantitatif melibatkan pengukuran tingkatan suatu ciri
tertentu.
Untuk
menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamat harus mengetahui apa yang menjadi
ciri sesuatu itu. Untuk itu pengamat pengamat mulai mencatat atau
menghitung dari satu, dua, tiga dan seterusnya. Berdasarkan pertimbangan
dangkal demikian, kemudian peneliti menyatakan bahwa penelitian kuantitatif
mencakup setiap penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase,
rata-rata dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian
kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. Di
pihak lain kualitas menunjuk pada segi alamiah yang dipertentangkan dengan
kuantum atau jumlah tersebut. Atas dasar pertimbangan itulah maka kemudian
penelitian kualitatif tampaknya diartikan sebagai penelitian yang tidak
mengadakan perhitungan. Pemahaman yang demikian tidak selamanya
benar, karena dalam perkembangannya ada juga penelitian kualitatif yang
memerlukan bantuan angka-angka seperti untuk mendeskripsikan suatu fenomena
maupun gejal ayang diteliti. Dalam perkembangan lebih lanjut ada
sejumlah nama yang digunakan para ahli tentang metodologi penelitian kualitatif
(Noeng Muhadjir. 2000: 17) seperti : interpretif grounded research, ethnometodologi, paradigma
naturalistik, interaksi simbolik, semiotik, heuristik,hermeneutik, atau holistik,
yang kesemuanya itu tercakup dalam klasifikasi metodologi.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono, Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2011
K., Septiawan Santana,
Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian kualitatif, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Indonesia, 2007
Bungin, Burhan, Metode
Penelitian Kualitatif,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar